Apa Kata Bibel Tentang Khinzir (Babi)?


Allah telah menciptakan segala jenis hewan dan tumbuhan di dunia ini sebagai rahmat dan karunia-Nya kepada umat manusia. Namun demikian, tidak semua jenis hewan ataupun tumbuhan dapat dikonsumsi oleh manusia. Seperti tumbuhan beracun, tidak mungkin manusia dapat mengkonsumsinya, karena akibat buruk yang ditimbulkannya akan lebih besar.

Sama halnya dengan hewan, manusia tidak mungkin mengkonsumsi segala jenis hewan yang diciptakan oleh Allah swt. Dengan berbagai alasan, manusia tidak mau mengkonsumsi kecoa, belatung, nyamuk, cecak, dan sebagainya. Untuk itu juga, Umat Islam tidak mau memakan babi, seperti firman Allah, Secara tegas, umat Islam haram makan babi karena Tuhan telah mengharamkannya dalam Al-Qur`an :”Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah,…” (Qs. Al-Ma`idah 3; An-Nahl 115; Al-Baqarah 173; Al-An’am 145).

Dalam sudut pandang Bibel (Al Kitab), haramnya babi dinyatakan jauh lebih ekstrim. Babi tidak hanya haram dimakan, tapi juga haram disentuh. Segala yang menyentuh daging babi menjadi najis (Imamat 11:26-27). Tuhan berfirman kepada Musa dan Harun :”Dan lagi babi, karena sungguhpun kukunya terbelah dua, yaitu bersiratan kukunya, tetapi ia tiada memamah biak, maka haram lah ia kepadamu. Janganlah kamu makan dari pada dagingnya dan jangan pula kamu menjamah bangkainya, maka haramlah ia kepadamu” (Imamat 11: 7-8; Ulangan 14: 8).

Selama hayatnya, Yesus tidak pernah memakan daging babi. Hal ini terbukti bahwa tidak satu pun ayat Bibel yang menyebutkan Yesus memakan daging babi. Bahkan Yesus pernah membunuh 2000 ekor babi dengan cara memindahkan roh jahat ke dalam babi hingga mati lemas tercebur danau. (Markus 5:13). Kenyataan bahwa Yesus tidak pernah makan babi dalam Alkitab ini bisa dimaklumi, karena dia tidak menghapus hukum Taurat. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Matius 5: 17). “Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal” (Lukas 16: 17).

Satu-satunya ayat Bibel yang sering dipakai sebagai dalil bahwa Yesus menghalalkan semua makanan adalah Injil Markus 7: 14-19, karena pada ujung ayat 19 itu disebutkan :”Dengan demikian Yesus menyatakan semua makanan halal”. Dalam Alkitab Today’s English Version 1976, penggalan ayat tersebut berbunyi: “In saying this, Jesus declared that all foods are fit to be eaten,” dan ditulis dalam tanda kurung. Biasanya, ayat Injil ditulis dalam tanda kurung itu tidak asli. Contoh ayat yang ditulis dalam tanda kurung adalah Markus 7:16, Markus 9:44 & 46, Markus 11:26, Markus 15:28 dan Markus 16:9-20. Lembaga Biblika Indonesia (LBI), lembaga tafsir resmi milik Katolik, menjelaskan kepalsuan ayat-ayat tersebut. Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru dengan Pengantar dan Catatan Singkat terbitan tahun 1978, ayat-ayat tersebut masing-masing diberi catatan kaki “AYAT TIDAK ASLI.”

Dalil yang paling kuat dalam Bibel untuk menghalalkan semua makanan adalah ayat-ayat doktrin Paulus, antara lain :”Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani” (Surat Paulus kepada Jemaat Korintus yang Pertama 10: 25).

Menentang hukum Taurat dalam Bibel adalah salah satu karakteristik Paulus. Dalam banyak ayat, Paulus menyatakan permusuhan terhadap hukum Taurat, antara lain: “Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus…. Sebab: “tidak ada seorang pun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat” (Surat Paulus kepada Jemaat Galatia 2: 16).

Jika ajaran Paulus ini disosialisasikan, maka betapa rusaknya tatanan masyarakat dunia. Karena hukum Taurat tidak semuanya bertentangan dengan zaman. Masih banyak hukum-hukum yang masih sesuai dengan perkembangan zaman bahkan mustahil di hapuskan dan sesuai dengan syariat agama, misalnya: larangan menyembah patung (Keluaran 20: 5); perintah hormat kepada ayah dan ibu (Keluaran 20: 12; larangan membunuh, zina dan mencuri (Keluaran 20: 13-16); dll.

Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa dalam Bibel, hanya Paulus yang menghalalkan daging babi untuk dimakan. Sedangkan Yesus sendiri tidak pernah mengahalalkan daging babi, apalagi mencontohkan untuk memakannya. Dan umat Islam dengan tegas mengharamkan untuk memakan daging babi. Harap direnungkan…!!

Sumber: www.labbaik.wordpress.com/2008/05/22/awas-khinziir-babi

6 responses to “Apa Kata Bibel Tentang Khinzir (Babi)?

  1. Assalamu alaikum…

    Artikelnya bagus bang… Semangat ya…!!!

  2. Maafkan saya yg najis ini!,krn walau flu babi sedang mewabah saya masih gemar menyantapnya bahkan beberapa hari lalu saya menyembelihnya.Memang di Bibel,Alquran bahkan di kitab agama leluhur saya(BATAK) babi diharamkan.
    Allah menurunkan wahyuNya ada yg berbentuk perumpamaan atau simbol.Babi adalah hewan yg sangat rakus memakan apa saja yg bisa dimakan dan kalau dilepas akan menjadi hama menyeruduk akar tanaman.Di Hawai pernah hampir separoh hutan dirusak babi.Sifat spt ini ada pula pd manusia.Semua permasalahan diserap menurut egonya yg sangat ‘berlemak’ dan kekuatannya secara membabibuta digunakan untuk menyerang hal2 di luar dirinya sehingga rusaklah tatanan harmonisasi.Faktanya bahwa banyak orang mengharamkan dagingnya tapi menghalalkan sifatnya.Dalam pemahaman seperti inilah Hukum Taurat dilengkapi.Karena Hukum Taurat secara kasat mata bisa kita jalankan tapi dalam hati siapa yg tahu.Coba anda sempatkan menyimak kisah nabi Ayub.Beliau terkenal saaaangat soleh,tapi coba anda simak isi hatinya.Menurut anda mana lebih berkenan mengharamkan daging babi tapi sifat babi melekat padanya
    daripada memakan daging babi tapi mengharamkan sifatnya?

  3. Terima kasih saudara Hotdi. Saya sangat mengagumi anda dalam hal menanggapi tulisan-tulisan yang ada di weblog saya.

    Saya mohon maaf, tapi saya memang harus menyatakan dalam hal ini pernyataan anda lemah. Sebelumnya anda sendiri mengakui bahwa bukan hanya dalam Al Qur’an, bahkan dalam Biblem dan kitab leluhur anda, babi diharamkan. Namun dengan beberapa pernyataan anda seperti menghilangkan hukum yang sudah anda ketahui.

    Islam mengharamkan ummatnya untuk mengkonsumsi daging babi, karena alasan kesehatan. Dan itu telah dibuktikan oleh pakar kesehatan dunia dengan teknologi maju sekarang ini. Alasan lain pengharaman babi adalah mengenai sifatnya yang pemalas, kotor, dan tidak memiliki harga diri. Jadi Islam mengharamkan babi dari segi mengkonsumsi dan dari segi sifatnya.

    Jadi kedua opsi yang ada berikan kedua-duanya tidak diperkenankan dalam Islam. Suatu hal yang jelas, bagi kaum yang mau berpikir.

    Saya harap dalam berargumen, anda sebaiknya tidak mengutamakan pendapat pribadi anda, dan logika anda sendiri. Karena itu dapat mengakibatkan pikiran yang salah bagi yang membacanya. Semoga anda lebih bisa mengambil sisi baik dari hukum yang telah ditetapkan oleh Kitab yang anda pegang sekarang.

    Jika dalam Al Qur’an, babi adalah haram, maka suatu dosa bagi ummat Islam jika melanggarnya karena merupakan bentuk lebih mengutamakan “ego dan sifat indrawi”. Bagaimana dengan ummat kristiani yang melanggar hukum Bible?

    Semoga dapat membantu… Wallahu ‘alam bish showab.

  4. Pendapat yg saya kemukakan memang pemahaman saya sendiri.Hal itu saya dapat langsung ke Guru Agung saya Yesus.Kebebasan dari keterikatan.Peraturan2 adalah alat penuntun semasa perjalanan.Misalnya perjalanan penerbangan.Selama kita dalam perjalanan kita harus ikut tata cara selama masa penerbangan tersebut.Dan kalau sudah sampai di tujuan maka tidaklah lagi kita menggunakannya.Yang ada adalah kesan/pesan selama di perjalanan itu dan tinggallah tata cara itu untuk orang berikutnya.Kalau tetap saja dalam tata cara itu berarti kita tidaklah sampai pada tujuan,tertidur dan balik ke tempat semula dalam kondisi letih.Reinkarnasi dlm istilah Budha.Dalam hal ini Yesus bersabda:’Satu titik atau iota pun tidak akan lenyap sebelum semuanya terjadi’.Bagi saya ada peraturan yg telah saya lalui,dan tinggallah kesannya.Bukan berarti saya melanggar atau meniadakan peraturan itu,tapi sudah saya lewati(hari PASKAH),dan peraturan itu tetaplah ada untuk orang2 kemudian.Hal2 seperti inilah yg kalian lihat seperti gonjang ganjing dalam kekristenan.Alkitab yg ‘bertumbuh’,gereja2 yg beragam,penafsiran Yesus sebagai apa,tapi semua itu menuju kepada Keesaan Tuhan.Mengenai efek dari makanan secara ilmu pengetahuan memang ada yg berdampak terhadap kesehatan.Bukan hanya daging babi tapi semua jenis makanan akan menjejakkan radikal bebas dalam tubuh.Apalagi penelitian terakhir bahwa makanan disesuaikan dgn golongan darah.Bagi yg bukan golongan darah O mengkonsumsi daging apapun akan menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh.
    Bagi gol O hati2 dgn produk susu.
    Kalau sudah begini mau dikemanakan peraturan agama ttg makanan,makanya kesannyalah yg diambil.Bukan berarti saya mengajak anda untuk menghalalkan babi.Dialog ini ada untuk bisa saling memahami perbedaan.Kalau menurut anda bisa sampai ke tujuan tapi tetap dalam tatanan perjalanan,saya bisa mengerti anda sedang bagaimana.Hanya saja ‘sistem’ kami ini sangat sulit diterima sistem Perjanjian Lama dan agama anda.
    Hmm…terus terang,sulit sekali rasanya menerangkan Perjanjian Baru yg diemban Yesus. Yesus sendiri sampai berkeringat darah mengembannya bahkan dituntut ke pengadilan.
    Orang2 Israel saat itu sangat penasaran ingin penjelasan yang instan.Tapi Yesus tetap saja berbicara dalam bentuk perumpamaan.
    Dan sering di pembicaraanNya Yesus berkata:’bagi yang bertelinga hendaklah mendengar’.’Bertobatlah karena kerajaan sorga sudah dekat(The kingdom of heaven is at hand). Sewaktu Filipus memohon supaya ditunjukkan Bapa pada mereka, Yesus hanya menjawab’Telah sekian lama Aku bersama sama jamu Filipus namun engkau tidak mengenal Aku? Barang siapa telah melihat Aku,ia telah melihat Bapa..dst. Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yg Aku katakan kepadamu,tidak Aku katakan dari diriKu sendiri,tetapi Bapa yg diam di dalam Aku, Dialah yg melakukan pekerjaanNya. Persis spt yg anda katakan ‘pola pekerjaan’.Ironisnya orang Israel menuduh Yesus melanggar sistem keagamaan saat itu.Seperti hal berpuasa,penyembahan pd hari sabat,sampai Bait Allah mau diruntuhkanNya.Artinya semua hal ritual diwujudkan di dalam diriNya.DiriNya tidak terikat dgn simbol2 yg ada.Kebebasan yg dipenuhi kesadaran tinggi akan kasih.Kalau diperjanjian Lama apabila anda berkorban anda akan menyembelih hewan,tp pd PB keegoanlah yg dikorbankan.Pd PL kulitlah yg disunat,pd PB nafsulah yg disunat.Pd PL rumah ibadah adalah suatu bangunan yg disucikan,pd PB tubuh adalah bait Allah.Pd PL sorga di akhirat,pd PB sorga saat ini, dsb. Mengapa demikian hanya Allah yg tau,dan Allah telah menjanjikan hal ini dan telah digenapi Yesus.Sedang nabi2 PL umumnya mengalami kegagalan.Nah nabi anda menghidupkan kembali PL.Soal berhasil atau tidak andalah yg tau.Soal mana yg lebih dekat,lebih pasti,lebih lurus,saya sudah tau.
    Anda bertanya yg mana kami sembah dari yg 3 itu. Tak ada satupun yg kami sembah di antaranya.Itu hanya 3 pola pekerjaan Allah.Satu saja dilakoni praktis yg dua lagi menyatu.Kami hanya menyembah Tuhan Yang Maha Esa.
    Pertanyaan untuk anda: ‘Apabila simbol2 keagamaan anda tidak ada,masih bisakah anda menyembah TYME?’.’Apabila simbol2 keagamaan anda dirobah seseorang masih bisakah anda tenteram beribadah?’.’Mana lebih besar perhatian anda antara umat seperti kami dgn simbol2 agama anda?’. GBU

  5. Disamping haramnya babi,banyak juga hal positifnya.Sekedar intermesso,di daerah kami ada istilah;”babi yang menyekolahkan kau”.Di dunia kedokteran banyak pasien jantung diselamatkan enzim babi.Dan memang hanya enzim babi satu2nya sbg pengencer darah si pasien.Sebentar lagi babi juga akan jadi pendonor ginjal,tinggal penyesuaian kode genetik saja,karena organ2 babi mirip dgn organ2 manusia.Juga banyak produk makanan dibentuk enzim babi tanpa terikut pd produk makanan tsb.Dan pasti akan banyak sumbangan dari yg notabene haram.Sementara kalau berpegang pada peraturan haram maka si pasien tak akan tertolong jiwanya dan sampai saat ini telah banyak pasien muslim terselamatkan.
    Dalam memahami masalah seperti inilah peraturan dimaknai,dan pada masalah yg lain juga,sehingga anda melihat kami tidak teratur dalam segala hal.

  6. Terima kasih banyak saudara hotdi atas komentar-komentar yang anda berikan. Sebagai seorang muslim, saya berkewajiban menyebarkan da’wah Islam semampu saya. Sebelumnya saya sekedar mengingatkan kembali, jangan mengklaim pendapat pribadi anda, diperoleh langsung dari Nabi atau Tuhan, jika anda salah dan ada yang percaya, anda tidak ubah telah menyesatkan orang lain. Namun mudah-mudahan saja tidak.

    Saya harap anda tidak berlama-lama bersikeras membenarkan mengkonsumsi babi padahal sebelumnya anda juga mengatakan bahwa di kitab yang anda pegang juga melarangnya. Kembali kepada diskusi kita, bahwa Allah mengharamkan sesuatu, karena mudharatnya (keburukannya) jauh lebih banyak dari manfaatnya. Mungkin saja babi ada manfaatnya seperti yang anda paparkan, namun keburukannya jauh lebih banyak.

    Mengenai daging lain yang memiliki keburukan, memang benar. Karena Allah menciptakan makhluknya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Tapi daging babi, keburukannya berlaku pada setiap orang, tidak tergantung jenis darah konsumen ataupun apa saja seperti yang anda cantumkan di atas.

    Kemudian Allah telah mengharamkan beberapa jenis makanan dalam Al Qur’an, tapi Allah telah memberikan toleransi dan mengampuni hambaNya jika memang pada suatu kondisi, seorang muslim terpaksa mengkonsumsi apa yang telah diharamkan Allah, dengan tidak berlebih-lebihan, sebagai contoh yakni dengan alasan untuk pengobatan.

    Selanjutnya mengenai komentar anda pada bahasan yang lain. Sekali lagi saya ingatkan, bahwa Bapa dan anak yang disebutkan oleh Yesus adalah sebagai rasa kedekatan hamba kepada Sang Pencipta.

    Yesus tidak pernah menyuruh ummatnya untuk lari dari ajaran Taurat (PL). Yesus mengharamkan daging babi, beliau juga disunat. Jadi sangat tidak mungkin perbuatan yang ia lakukan sebagai wujud ketaatannya kepada Allah, malah dibenarkannya untuk tidak dilakukan oleh ummatnya. Jika beliau guru besar anda, maka anda wajib mengikutinya.

    Rasulullah saw diutus oleh Allah untuk menyempurnakan ajaran Islam di muka bumi. Islam adalah agama da’wah ke seluruh penjuru dunia. Al Qur’an memiliki kesamaan dengan Taurat dan Injil (PL dan PB) karena berasal dari Tuhan yang satu, Allah swt. Al Qur’an membangkitkan Hukum Taurat yang telah dihapuskan oleh Paulus, dan meluruskan ajaran-ajaran dan membuktikan perubahan-perubahan yang dialami oleh PL dan PB.

    Jika anda mengatakan peraturan-peraturan itu digunakan selama perjalanan, saya sependapat. Oleh karena itu, selama perjalanan hidup seorang muslim yang mukmin, kaidah-kaidah Islam harus ia turuti. Bagaimana anda dapat meninggalkan aturan jika anda belum mencapai tujuan? Tujuan seperti apa yang anda maksud sehingga anda boleh meninggalkan aturan yang masih dicantumkan di Bible (kitab yang anda pegang)?

    Anda bertanya yg mana kami sembah dari yg 3 itu. Tak ada satupun yg kami sembah di antaranya.Itu hanya 3 pola pekerjaan Allah.Satu saja dilakoni praktis yg dua lagi menyatu.Kami hanya menyembah Tuhan Yang Maha Esa.

    Tak ada satupun yang di sembah, namun menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Bisakah anda menjelaskan Tuhan Yang Maha Esa yang mana yang anda maksud?

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan terakhir anda.

    1. Islam itu bukan agama simbol, dan ummatnya tidak butuh simbol untuk ibadah. Jadi simbol-simbol Islam hanyalah sebagai pengenal dan pembeda ummat Islam dengan non Islam.

    2. Saya tahu agama saya, saya akan tetap beribadah kepada Allah, karena simbol bukanlah sarana untuk ibadah. Jika ada yang mengubah simbol-simbol pengenal Islam, Insya Allah saya tetap tahu mana yang benar.

    3. Bagi saya (bukan pendapat Islam), saya akan memperhatikan keduanya, tergantung kondisi yang berlaku. Allah menciptakan manusia untuk mengingatkan satu sama lain. Jika saya bisa “menyelamatkan” satu hamba Allah, berarti saya telah menyelamatkan Islam dan simbol2nya.

    Demikian dan terima kasih. Semoga bermanfaat… Wallahu ‘alam bish showab…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s