Arsip Bulanan: November 2008

Jihad seorang Mukmin di Jalan Allah

bismillah1Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.(QS. An Nisa: 95)

Dalam kehidupan di dunia, setiap manusia dihadapkan pada hambatan dan tantangan. Dan bagi setiap mukmin, Allah menyerukan untuk mengambil tindakan terhadap hambatan dan tantangan yang ditujukan terhadap Islam dan ummatnya. Dan Allah akan memberikan ganjaran bagi orang-orang yang dengan ikhlas melaksanakannya. Segala tindakan yang diambil dalam hal memperjuangkan Islam (berjuang di jalan Allah) dari segala hambatan, tantangan maupun ancaman, disebut dengan Jihad.

Lanjut membaca

Astronomi dan Penciptaan Alam Semesta – Qur’an dan Sains… (3)

kaligrafi-bismillah2

al-quranEmpat belas abad yang silam, Allah swt menurunkan Al Qur’an kepada manusia sebagai kitab petunjuk. Dia menyerukan kepada manusia agar terbimbing dengan mematuhi kitab tersebut. Sejak saat diturunkannya hingga hari kebangkitan, kitab suci terakhir ini akan tetap menjadi satu-satunya petunjuk bagi manusia. Keindahan bahasa Qur’an yang tak tertandingin dan hikmah agung di dalamnya, merupakan bukti nyata bahwa ia adalah firman Allah swt.

Di samping itu, Al Qur’an memiliki banyak keajaiban lain yang membuktikannya sebagai wahyu dari Allah swt. Salah satu keajaiban ini adalah kenyataan bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu diungkap oleh teknologi abad ke 20 telah dinyatakan dalam Al Qur’an 1400 tahun yang lalu. Tetapi Al Qur’an bukanlah sebuah kitab ilmu pengetahuan di dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara ringkass dan mendalam yang baru dapat ditemukan oleh teknologi abad ke 20. Fakta-fakta ini belum dapat dibuktikan pada masa Al Qur’an dibuktikan. Dan ini semakin membuktikan bahwa Al Qur’an adalah firman Allah swt.

Pada abad ke-7, pada masa Al Qur’an diturunkan, Bangsa Arab memiliki berbagai kepercayaan takhayul dan tanpa didasari oleh bukti terhadap hal-hal yang berbau ilmiah. Keterbatasan teknologi saat itu menyebabkan mereka percaya kepada legenda-legenda nenek moyang. Misalnya, mereka percaya bahwa bumi ini menopang langit di atasnya. Mereka yakin bahwa bumi ini rata dan terdapat gunung-gunung tinggi pada kedua tepinya, yang mana kedua gunung ini menyangga kubah langit agar tetap berada di atas tanah. Namun demikian, segala kepercayaan takhayul Bangsa Arab dihapus oleh Al Qur’an, sebagaimana Allah berfirman,

Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang…(QS. Ar Ra’d :2)

A. Alam Semesta Telah Diciptakan

Asal mula alam semesta dijelaskan oleh Allah dalam Al Qur’an pada ayat berikut:

Dialah pencipta langit dan bumi.(QS. Al An ‘am:101)

Keterangan yang diberikan Al Qur’an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan “Big Bang”, membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.

Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur’an 1.400 tahun lalu.

Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan. Lanjut membaca

Ketika Hukum Rajam Diberlakukan

bismillah4

Segala puji bagi Allah swt, Tuhan semesta alam, yang telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana. Dia telah menetapkan hukum dan aturan bagi alam semesta dan kehidupan manusia yang dirangkum dengan kalimat-kalimatNya yang sungguh indah di dalam Al Qur’anul Karim.

Allah telah menghalalkan nikah dan mengharamkan zina, dan telah menetapkan ganjaran bagi masing-masing perbuatan tersebut. Di balik hukuman bagi penzina, ada sebuah kisah yang terjadi pada zaman Rasulullah saw. Dari cerita ini bisa diambil beberapa pelajaran dan hikmah.

*******

Semasa Rasulullah SAW masih hidup, ada beberapa kasus perzinahan yang minta dicarikan solusinya. Paling menarik adalah riwayat tentang seorang perempuan dari Ghamidiyah datang kepada Rasulullah SAW dan mengakui bahwa ia telah hamil dari hasil perzinaan. Dikisahkan perempuan ini terus mengulang-ngulang ucapannya dan minta ditetapkan hukum Allah kepada dirinya.

Rasulullah tidak mengacuhkan perempuan ini, menghindar darinya dan pernah meminta perempuan ini untuk menahan diri dulu dari omongannya. Tapi perempuan ini terus saja meminta disegerakan hukum rajam untuk menebus dosa-dosanya. Karena didesak terus, maka Rasulullah berkata:

“Karena engkau sudah mendatangiku dan berbicara kepada seluruh jamaah maka hukum Allah segera ditetapkan atas kesalahanmu, engkau akan dirajam”

Bersuka citalah perempuan ini, tapi Rasulullah SAW buru – buru menanyakan,

“Apakah engkau hamil?”

“Ya, Rasulullah” jawab perempuan tersebut.

“Maka, tundalah dulu hukuman itu, pelihara janinmu dengan baik, sampai engkau melahirkan anak yang sehat” Lanjut membaca