Saatku memantapkan keyakinan ku…(1)


“Seorang bayi pada saat dilahirkan seperti kertas putih, maka orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani, atau Majusi”

Kurang lebih begitulah hadits Rasulullah saw, yang telah membuat saya mengerti arti penting dari peran orang tua terhadap cara berpikir anak-anaknya. Tapi bukankah Allah swt telah memberikan kepada kita akal pikiran sebagai salah satu nikmat-Nya, agar kita selalu senantiasa berpikir? Bahwa Allah swt menganugerahkan kita hati sehingga kita tahu mana yang pantas atau tidak?

Bagi saya, adalah suatu kebenaran jika pada awalnya seorang keturunan Nabi Adam as lahir ke dunia, maka kedua orang tuanya lah yang memberikan pengertian pertama kepadanya. Dan orang tuanya lah yang nantinya memberikan bimbingan hingga dia beranjak dewasa. Namun seorang yang hingga dia dewasa dia tetap menganggap bahwa jika dia meyakini sesuatu karena hal tersebut, berarti dia tidak benar-benar meyakini hal itu.

Saat saya masih duduk di bangku SMK, seorang guru saya menanyakan kepada beberapa siswa, apakah mereka menganut keyakinannya dikarenakan orang tuanya. Saya bingung dengan jawaban yang sepatutnya saya berikan jika saya ditanyakan saat itu. Apakah saya beragama Islam karena orang tua saya? Bukan karena saya yakin bahwa Islam adalah agama yang haq?

Semenjak itu, saya terus berusaha membuktikan apakah saya layak untuk dikatakan Muslim yang Iman karena Mengetahui dan Memahami. Dan perjalanan pemantapan keyakinan saya mulai…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s