Nikah Beda Agama… Halalkah???


Hai orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka: maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir dan orang-orang kafir itu tidak halal pula bagi mereka (muslimah). Dan berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Mumtahanah : 10)

Saat sekarang ini, kebebasan berkomunikasi membuat manusia dapat saling mengenal satu sama lain. Dan dengan begitu setiap insan dapat saling menyukai, baik mereka berasal dari satu aqidah ataupun mereka memiliki aqidah yang berbeda. Namun bagaimana jika mereka yang memiliki perbedaan aqidah justru ingin menikah?

Berdasarkan ayat di atas, seorang muslim boleh menikah dengan wanita bukan muslimah. Dalam hukum Islam, wanita non muslim itu terbagi menjadi 4 golongan, yaitu:

1. Wanita yang Musyrik (Musyrikah atau Animis /Paganis)

2. Wanita yang tak mengakui adanya tuhan atau Atheis (Mulhidah)

3. Wanita yang Murtad dari agama Islam (Murtaddah)

4. Wanita ahlu al kitab (beragama yahudi atau nasrani)

Dari keempat golongan di atas, hanya wanita dari golongan ahli kitab saja yang halal dinikahi oleh seorang muslim. Hal ini juga ditegaskan dalam QS Al Maaidah ayat 5 yaitu:

Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di
antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi
.” (QS. al-Maidah [5] : 5)

Namun pengertian ahli kitab itu sendiri ialah orang-orang yang memegang teguh Taurat ataupun Injil yang asli. Atau juga dapat dikatakan bahwa Ahli kitab adalah kaum yang kepadanya diturunkan Kitab Taurat dan Injil, yaitu kaum Yahudi ataupun kaum Nashrani.

Sedangkan wanita muslimah tidak boleh dinikahkan dengan laki-laki yang bukan islam, hal ini juga dipertegas oleh firman Allah swt dalam Surah Al-Baqarah ayat 221berikut:

Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita yang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun ia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya . Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” ( QS Al-Baqarah : 221)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s