Memejamkan Mata Saat Sholat


Shalat adalah salah satu dari 5 rukun Islam, yang menjadi pondasi agama seorang muslim. Shalat juga sarana seorang muslim sebagai hamba, berkomunikasi dengan Allah swt sang Khalik. Untuk itu, kekhusu’an dalam mengerjakan ibadah shalat ini sangat perlu diperhatikan. Dan seorang muslim melakukan caranya sendiri untuk mencapai kekhusu’an dalam shalat.

Banyak diantara umat muslim saat ini yang masih sering memejamkan mata ketika sholat, umumnya mereka beralasan bahwa dengan memejamkan mata akan meningkatkan konsentrasi atau lebih khusu’ dalam melaksanakan sholat. Dan ada diantara mereka yang juga ada yang hanya membaca bacaan sholat didalam hati dengan maksud lebih mendukung dan menghayati sholatnya.

Pendapat yang shohih hukumnya makruh, karena menyerupai perbuatan orang Majusi saat mereka mengibadati api, dimana mereka memejamkan mata mereka. Dan dikatakan juga, perbuatan itu termasuk perbuatan orang Yahudi. Menyerupai perbuatan non Muslim sekurang-kurangnya adalah haram, sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Maka memejamkan mata dalam sholat sekurang-kurangnya menjadi makruh, kecuali jika ada faktor penyebabnya, seperti sekelilingnya terdapat hal yang menyibukkannya (mengganggunya) bila ia membuka kedua matanya, maka pada saat itu ia memejamkan kedua matanya untuk menjauhi faktor yang merusak kekhusu’annya dalam shalat.

Jika ada orang yang mengatakan, “saya mendapatkan diri saya lebih khusu’ kalau seandainya kedua mata dipejamkan, apakah antum akan menfatwakan agar saya memejamkan kedua mata?” Jawabnya: TIDAK, karena kekhusukan ini, dimana anda mendapatkannya dengan mengerjakan hal-hal yang makruh datangnya dari syaitan, hal itu seperti khusu’nya kaum sufi dalam membaca zikir-zikir mereka yang mereka jadikan ibadah, sementara perbuatan itu adalah bid’ah (tidak dikenal dalam ajaran Islam). Terkadang syaitan akan menjauh dari hati anda bila anda memejamkan kedua mata antum, lalu ia tidak mengganggu, supaya syaitan itu memperdayai atau menjatuhkan anda untuk berbuat hal yang makruh. Maka kita katakan: bukalah kedua matamu dan berusahalah untuk khusu’ didalam sholatmu. Adapun memejamkan kedua mata antum untuk khusu’ tanpa ada sebab, maka itu tidak boleh, karena ini dari syaitan.

Perlu kita ketahui bahwa faktor utama untuk mendapatkan sholat khusu’ adalah sholat seperti sholatnya Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam, dan Rasulullah tidak pernah memejamkan matanya, kalau seandainya memejamkan mata itu adalah cara terbaik untuk mendapatkan kekhusu’kan, pastilah Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam telah mengajarkannya kepada kita.

Adapun masalah membaca dalam hati, itu menyelisihi sunnah, karena membaca itu adalah dengan menggerakkan bibir dan mendengarkan bacaan itu untuk diri kita sendiri. Inilah makna membaca menurut bahasa Arab, maka sholatnya dibagi dua yaitu jahriyah dan sirriyah. Jahriyah adalah dengan mengeraskan suara, adapun Sirriyah adalah dengan melunakkan suara, dimana yang mendengarkan itu adalah kita sendiri, tentunya dengan menggerakkan bibir.

Adapun yang telah antum perbuat, InsyaAllah sholat antum sah dan diterima Alloh Ta’ala, karena anda tidak mengetahui hukumnya, adapun setelah ini, janganlah mengulangi perbuatan tersebut. Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan kepada kita sholat yang khusu’ dan menerima seluruh ibadah kita. Amiin. Wallahu ‘Alam

Referensi: abumuslimsalafi.wordpress.com

2 responses to “Memejamkan Mata Saat Sholat

  1. BismiLlah
    Saya ingin tau,
    Apakah ada hadits Rasulullah melarang memejamkan mata? Jika tidak ada berarti bukanlah sebuah larangan. Mungkin Rasulullah sebagai ma’sum terjaga dari ketidakkhusyuan dengan membuka mata. Tapi bagi yang dapat khusyuk ketika memejamkan mata bagaimana? Padahal Allah hanya memerintahkan shalat dengan khusyu tapi gak ada perintah jangan memejamkan mata.
    Ada sebuah penelitian, melakukan meditasi meningkatkan kemampuan otak manusia menghasilkan gelombang alpha. Yang mana rasa empati seperti yg dimiliki Rasulullah adalah hasil dari meningkatnya gelombang alpha otak.
    Orang bermeditasi dengan mengheningkan diri dan memejamkan diri. Shalat selain ibadah juga berupa meditasi langsung kepada Allah. dan ada sebagaian kesempurnaan meditasi dengan memejamkan mata. Mungkin juga Rasul mendapatkan kesempurnaan meditasi dengan membuka mata sehingga perasaan Beliau begitu peka.
    Mohon tanggapannya

    JazakumuLlah

  2. Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath Thabrani dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Apabila salah seorang diantara kalian berdiri untuk mengerjakan shalat maka janganlah dia memejamkan kedua matanya.”

    Meskipun hadits Ibnu Abbas diatas adalah hadits lemah, sebagaimana disebutkan Imam al Haitsami didalam kitabnya “Majma’ Az Zawaid” akan tetapi para ulama membangun pendapat mereka yang memakruhkan memejamkan mata saat mengerjakan shalat itu diatas atsar para sahabat.

    Jadi pada dasarnya memejamkan mata saat shalat adalah makruh kecuali apabila hal itu dibutuhkan, atau ada sesuatu lainnya yang mengganggu shalatnya maka hal itu diperbolehkan, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Abidin dari kalangan ulama Hanafi didalam kitabnya “Ad Dur al Mukhtar” bahwa memejamkan mata saat shalat adalah dilarang (makruh) kecuali apabila hal itu dapat menyempurnakan kekhusyu’annya.

    Wallahu ‘alam bish showab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s