Ternyata Khinzir(Babi) Sumber Penyakit…


Bismillahi arrahman arrahim…

Maha Suci Allah yang telah membuat ketentuan-ketentuan kehidupan bagi seluruh ciptaanNya baik di yang ada di langit maupun yang ada di bumi. Manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi juga telah memiliki ketentuan yang berasal dari Allah swt. Sungguh, ketentuan-ketentuan Allah adalah yang terbaik bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Di dalam Al Qur’an, Allah swt dengan tegas mengharamkan Khinzir (Babi) untuk dikonsumsi oleh umat manusia. Hal ini pastinya sudah sangat diperhitungkan oleh Allah swt. Dan manusia memiliki akal yang dapat digunakan untuk berpikir.

Sepanjang sejarah dunia, virus H1N1 adalah virus flu paling ganas yang sudah memakan korban puluhan juta orang, pada wabah Spanish flu. Virus ini kemudian berevolusi menjadi virus H2N2 sebagai penyebab wabah Flu Asia. Dan berevolusi lagi menjadi virus H3N2 yang menyebabkan wabah Flu Hongkong. Virus Flu Burung ini dapat menyebar pada manusia karena telah mengalami evolusi.

Perubahan atau mutasi dari virus ini biasanya terjadi di dalam tubuh babi. Berdasarkan teori, di dalam tubuh babi memiliki komponen biologis yang dapat mengubah struktur virus flu burung. Sehingga babi memiliki peranan penting dalam Mekanisme Evolusi dari virus tersebut.

Secara ilmiah, proses perubahan virus tersebut dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Virus yang menyerang pada unggas melekat pada glikoprotein yang rantai oligosakaridanya berakhir pada asam sialic pada posisi 2,3. Sedangkan kode yang terdapat pada manusia adalah pada posisi 2,6. Pada babi ditemukan tubuhnya memiliki 2 kode reseptor yaitu posisi 2,3 dan 2,6. Karenanya babi memiliki dua kesesuaian reseptor, yaitu untuk burung/unggas dan juga manusia. Virus flu yang menyerang unggas dapat ditularkan ke babi untuk kemudian babi dapat menularkannya ke manusia
setelah mengalami perubahan “keganasan” di dalam tubuhnya. Mutasi ini menyebabkan munculnya virus dengan sub tipe baru, yang jika tertular ke manusia bisa berbahaya, karena sistem antibody manusia tidak akan tanggap.

Malahan Para dokter yang telah melakukan penelitian saat itu, mengambil kesimpulan bahwa ditemukan adanya sekuen gen untuk hemaglutinin dan neuraminidase, yang merupakan dua protein kunci di dalam virus flu. Gen hemaglutinin yang ditemukan sangat mirip jika dibandingkan dengan virus influenza yang terdapat di babi. Tim dokter tersebut kemudian meyakini bahwa virus flu yang menyerang manusia yang disebut sebagai Spanish flu itu berasal dari babi, Temuan tersebut mendukung suatu teori peyebarluasan flu virus yang berasal dari babi paling membahayakan bagi manusia. Bahkan beberapa ahli percaya bahwa virus flu yang ada di burung tidak terlalu bahaya , karena relatif secara genetis lebih stabil. Karenanya jika virus flu burung menginfeksi babi, maka sistem pertahanan tubuh babi terserang virus dan memaksanya untuk mengubah secara genetis dalam rangka pertahanan diri. Akibatnya muncul virus baru. Jadi jelas bahwa babi banyak berperan dalam mutasi genetis virus flu burung yang kemudian dapat menginfeksi dan sangat mematikan untuk manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s