Qur’an dan Sains… (1)


kaligrafi-bismillah1

Dan makanlah oleh kamu bermacam-macam sari buah-buahan, serta tempuhlah jalan-jalan yang telah digariskan tuhanmu dengan lancar. Dari perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam jenisnya dijadikan sebagai obat untuk manusia. Di alamnya terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan”. (QS. An-Nahl : 69)

Dan jika manusia mau berpikir bahwa pada apa-apa yang Allah ciptakan di alam semesta ini, sungguh benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah. Allah telah mengajarkan manusia dengan Al Qur’an dan Allah telah menjadikan manusia berakal untuk mempelajari ciptaan Allah swt. Dan dengan demikian, manusia sekalian dapat membuktikan kebenaran Islam sebagai jalan menuju keridhoan Allah swt, sang Khalik.

Alqur’an sebagai petunjuk bagi umat Islam merupakan salah satu bukti tanda kebesaran Allah. Bahwa apa-apa yang disebutkan didalamnya merupakan wahyu yang turun dari Allah ta’ala. Kebenaran Al Qur’an yang diturunkan kepada Rasulullah saw sekitar 14 abad yang lalu terungkap. Dan hal ini dibuktikan bahkan oleh kebanyakan orang-orang di luar Islam. Namun apakah mereka tetap mau berpikir?

Allah telah menurunkan Al Qur’an dengan adanya isyarat ilmiah di dalamnya. Dan manusia telah mempelajari seluruh kejadian maupun fenomena alam sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Namun pengetahuan-pengetahuan alam dan berbagai fenomena-fenomenanya yang baru saja terungkap dalam abad yang ke-20 ini telah terlebih dahulu diungkapkan oleh Al-Qur’an sekitar 14 abad yang lalu. Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda kebesaran Allah yang disebutkan dalam Al Qur’an dan diakui oleh Ilmu Pengetahuan (sains) melalui hasil penelitian.

A. Proses Penciptaan Alam Semesta

Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.” (QS. Al-Anbiya’ : 30)

Pada Ayat di atas, Allah menjelaskan bahwa pada awalnya Dia menjadikan Langit dan Bumi adalah merupakan satu padu, bahwa seluruh benda-benda di angkasa termasuk bumi dahulunya merupakan suatu yang satu padu. Bahwa jagat raya ini pada mulanya tidak ada, dan sesungguhnya alam semesta memiliki awal ketiadaan. Dilanjutkan dengan dipisahkan antara keduanya, bahwa adanya suatu proses pemisahan yang terjadi dalam pembentukan alam semesta.

Pada tahun 1922, ahli fisika Rusia, Alexandra Friedman, menghasilkan perhitungan yang menunjukkan bahwa struktur alam semesta tidaklah statis dan bahwa impuls kecil pun mungkin cukup untuk menyebabkan struktur keseluruhan mengembang atau mengerut menurut Teori Relativitas Einstein. George Lemaitre adalah orang pertama yang menyadari apa arti perhitungan Friedman. Berdasarkan perhitungan ini dia menyatakan bahwa alam semesta mempunyai permulaan dan bahwa ia mengembang sebagai akibat dari sesuatu yang telah memicunya. Dia juga menyatakan bahwa tingkat radiasi (rate of radiation) dapat digunakan sebagai ukuran akibat (aftermath) dari “sesuatu” itu.

Edwin P. Hubble (1889-1953), astronomer Amerika yang bekerja di Observatorium Mount Wilson California, melalui teropong bintang raksasa pada tahun 1929 mengamati adanya pemuaian alam semesta. Ketika mengamati bintang-bintang dengan teleskop raksasa, ia menemukan bahwa mereka memancarkan cahaya merah sesuai dengan jaraknya. Menurut hukum fisika yang diketahui, spektrum dari sumber cahaya yang sedang bergerak mendekati pengamat cenderung ke warna ungu, sedangkan yang menjauhi pengamat cenderung ke warna merah. Hal ini berarti bahwa bintang-bintang ini “bergerak menjauhi” bumi; mereka juga menjauhi satu sama lain. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa alam semesta mengalami pemuaian, di mana dapat diambil contoh pada sebuah balon yang dibubuhi titik di permukaan balon. Saat balon itu ditiup, maka tiap titik akan saling menjauhi.

Selanjutnya menurut fisikawan Rusia George Gawow (1904-1968), ekspansi itu melahirkan ratusan miliar bintang, Tetapi bila ditarik kebelakang maka ini semua merupakan sebuah gumpalan yang terdiri dari neutron. Gumpalan itulah yang meledak dan dikenal dengan istilah Big Bang.

Dalam dua dekade, bukti pengamatan dugaan Gamov diperoleh. Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penzias dan Robert Wilson menemukan sebentuk radiasi yang selama ini tidak teramati. Disebut “radiasi latar belakang kosmik”, radiasi ini tidak seperti apa pun yang berasal dari seluruh alam semesta karena luar biasa seragam. Radiasi ini tidak dibatasi, juga tidak mempunyai sumber tertentu; alih-alih, radiasi ini tersebar merata di seluruh jagat raya. Segera disadari bahwa radiasi ini adalah gema Dentuman Besar, yang masih menggema balik sejak momen pertama ledakan besar tersebut. Gamov telah mengamati bahwa frekuensi radiasi hampir mempunyai nilai yang sama dengan yang telah diperkirakan oleh para ilmuwan sebelumnya. Penzias dan Wilson dianugerahi hadiah Nobel untuk penemuan mereka.

Pada tahun 1989, George Smoot dan tim NASA-nya meluncurkan sebuah satelit ke luar angkasa. Sebuah instrumen sensitif yang disebut “Cosmic Background Emission Explorer” (COBE) di dalam satelit itu hanya memerlukan delapan menit untuk mendeteksi dan menegaskan tingkat radiasi yang dilaporkan Penzias dan Wilson. Hasil ini secara pasti menunjukkan keberadaan bentuk rapat dan panas sisa dari ledakan yang menghasilkan alam semesta. Kebanyakan ilmuwan mengakui bahwa COBE telah berhasil menangkap sisa-sisa Dentuman Besar.

Ada lagi bukti-bukti yang muncul untuk Dentuman Besar. Salah satunya berhubungan dengan jumlah relatif hidrogen dan helium di alam semesta. Pengamatan menunjukkan bahwa campuran kedua unsur ini di alam semesta sesuai dengan perhitungan teoretis dari apa yang seharusnya tersisa setelah Dentuman Besar. Bukti itu memberikan tusukan lagi ke jantung teori keadaan-stabil karena jika jagat raya sudah ada selamanya dan tidak mempunyai permulaan, semua hidrogennya telah terbakar menjadi helium.

Para peneliti di atas merupakan sebagian yang telah membuktikan dengan sains apa yang telah disebutkan dalam Al Qur’an merupakan kalam Allah yang telah menciptakan Alam semeseta dan isinya. Dia-lah yang Maha Mengetahui apa-apa yang telah Dia ciptakan.

Sumber:
Integrasi AlQur’an dan Sains – http://mufdil.wordpress.com
Alam Semesta Berawal (Teori Big Bang), Pendukung Versus Penentang – http://www.wikimu.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s