Lailatul Qadar…


Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. [QS Al Qadar: 1 – 5]

Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat dimuliakan Allah swt lebih dari seribu bulan, di mana pada malam ini, Al Quran diturunkan Allah swt kepada Rasul-Nya Nabi Muhammad saw. Pada malam tersebut Jibril dan para malaikat-malaikat turun ke bumi dan memohon Allah mengkabulkan doa’-do’a hambanya. Kemuliaan malam tersebut berlangsung hingga terbitnya fajar.

Rasulullah SAW telah memberi penjelasan kepada siapa yang lalai dan tidak memperhatikan malam tersebut, yaitu sama seperti menghalang diirinya dari menerima kebaikannya dan ganjarannya. Berkata para sahabat yang telah dinaungi mereka bulan Ramadan, “Sesungguhnya bulan ini telah hadir kepada kamu didalamnya mengandung malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Siapa yang memuliakannya maka beliau akan dimuliakan kebaikan semua perkara. Dan siapa yang tidak memuliakannya maka kebaikannya akan dihalang”. (Riwayat Ibnu Majah dari Hadis Anas, isnad Hassan sebagaimana didalam Sahih Jaami’ Al-Saghir).

Kemuliaan malam ini begitu sangat diistimewakan, sehingga pada malam ini Allah menurunkan keberkahan dan kemuliaan bagi hamba-hamba-Nya yang juga memuliakan malam ini dengan melakukan shalat, berdzikir, beristighfar ataupun membaca Al Qur’an hingga terbit fajar untuk mengharapkan keridhoan dan ampunan dari Allah swt.

Rasulullah saw bersabda,

Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” [Hadits Riwayat Bukhari 4/217 dan Muslim 759]

Kapan Lailatul Qadar itu?

Beberapa hadits menjelaskan mengenai kapan Lailatul Qadar itu turun. Imam Syafi’i berkata : “Menurut pemahamanku. wallahu ‘alam, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab sesuai yang ditanyakan, ketika ditanyakan kepada beliau : “Apakah kami mencarinya di malam ini?”, beliau menjawab : “Carilah di malam tersebut” [Sebagaimana dinukil Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah 6/386]

Dalam hadits lain yang pendapat yang paling kuat, Aisyah radiyallahu ‘anha, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda, “Carilah malam Lailatur Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR Bukhari 4/255 dan Muslim 1169)

Dalamhadits riwayat dari Ibnu Umar, Rasulullah saw bersabda,

Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya” [Hadits Riwayat Bukhari 4/221 dan Muslim 1165]

Dari beberapa hadits dijelaskan bahwa Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir dalam bulan Ramadhan. Dalam pada malam-malam tersebut, umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak melakukan ibadah shalat malam, membaca Qur’an dan berdzikir serta memohon ampunan dari sisi Allah swt. Dan jika di sepuluh malam terakhir tersebut ada yang tidak sanggup mengamalkannya, maka hendaknya jangan sampai melewatkan 7 malam yang terakhir.

Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Di dalam beberapa hadits, Rasulullah saw menjelaskan bagaimana tanda-tanda Lailatul Qadar. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata: Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda (yang artinya), “Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah.” (HR Muslim 1170)

Perkataannya “Syiqi Jafnah”, syiq artinya setengah, jafnah artinya bejana. Al Qadli ‘Iyadh berkata, “Dalam hadits ini ada isyarat bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan, karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan.”

Dalam hadits lain dari ‘Ubay Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah saw bersabda, “Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi” [Hadits Riwayat Muslim 762]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s