Rasul saw menikahi Aisyah saat berusia 9 tahun…?


Rasulullah saw sebagai uswatun hasanah (tauladan yang baik) bagi seluruh ummat memiliki sifat dan sikat yang sangat terpuji. Beliau memiliki kesabaran, kebijaksanaan, dan ketulusan hati yang tinggi. Beliau adalah manusia yang selalu menjaga bahasanya dari segala bentuk kedustaan. Pribadi yang lembut dan bersahaja yang dimilikinya dikagumi oleh sahabat-sahabatnya bahkan musuh-musuhnya sekalipun. Namun tetap saja ada orang yang membencinya dan hendak memberikan pandangan buruk pada diri beliau.

Mengenai pernikahan Rasulullah saw dengan Aisyah ra, ada sebagian orang yang menyatakan bahwa Rasul telah menikahi seorang gadis belia di bawah umur. Aisyah ra saat menikah dengan Rasul (menurut mereka yang sependapat) sedang berusia 9 tahun, di mana sebelumnya Rasul saw telah melamarnya pada usia 7 tahun. Hal yang sangat tidak mendasar jika mempercayai hal tersebut. Ada beberapa fakta yang dapat membantah statement bahwa Rasulullah saw telah menikahi Aisyah ra pada usia 9 tahun.

Fakta I

Sebagian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat sumber dari ayahnya, yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga.

Hal yang sangat mengherankan bahwa tidak seorang pun di Madinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Madinah termasuk yang ternama, Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. semua periwayat dari peristiwa adalah kesemuanya orang-orang Iraq,dimana Hisham bermukim setelah pindah dari Madinah.

Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq. ” Saya pernah diberi tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).

Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

Fakta II

Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

Fakta III

Usia Asma ra kakak perempuan Aisyah ra lebih tua 10 tahun dari Aisyah ra, dan di beritakan dalam Kitab Taqreeb al-Tahzib sebagaimana Kitab Al-Bidaayah wa al-Nihayah bahwa Asma ra wafat di tahun ke 73 Hijrah di saat ia berusia 100 tahun.

Dari Ibn Kathir :Asma berusia 10 tahun lebih tua dari saudari perempuannya Aisyah (Al-Bidaayah wa al-Nihaayah, Ibn Kathir, Vol. 8, Hal 371, Arabik, Dar al-fikr)

Dari Ibn Kathir: Asma menyaksikan anaknya terbunuh saat tahun 73 setelah Hijrah, 5 hari kemudian dia wafat dan banyak pula yang meriwayatkan beliau ra wafat setelah 10 hari ada pula yang mengatakan beliau wafat ra 20 diatas hari bahkan ada yg berpendapat 100 hari setelahnya, dan saat wafatnya beliau berusia 100 tahun (Al-Bidaayah wa al-Nihaayah,Ibn Kathir,Vol 8,Hal 372,Arabik,Dar al-fikri al-arabiy,Al-jizah,1993)

Menurut Ibn Hajar:Dia ra hidup selama 100 tahun dan wafat pada tahun 73 setelah Hijrah (Taqreeb al-Tehzeeb, Ibn Hajar Al-Asqalaaniy, Hal. 654, Arabic, Bab fi al-nisaa, al-Harf al-alif).

Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

Fakta IV

Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah wafatnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepadanya tentang pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya tentang identitas gadis tersebut (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yang masih suka bermain-main adalah, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan. Oleh karena itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turathal-`arabi, Beirut).

3 responses to “Rasul saw menikahi Aisyah saat berusia 9 tahun…?

  1. Karena banyak fakta sejarah yang tidak terungkap atau bahkan sengaja disembunyikan oleh golongan tertentu (yangberusaha mencari keuntungan) maka sang Kyai Puji di Semarang pun mengikuti langkah ini.. menikah dengan lutfiana 12 tahun…

    Salam kenal..
    Bagus bagus isi tulisan ini.

  2. ulasan yang kren, salam kenal bro, sukses selalu

  3. Akan tetapi, telah diriwayatkan pula hadits ini dari beberapa jalur sanad lainnya SELAIN Hisyam bin ‘Urwah, diantaranya :

    1. Imam Muslim rahimahullah, beliau meriwayatkan :
    وحدثنا يحيى بن يحيى وإسحاق بن إبراهيم وأبو بكر بن أبي شيبة وأبو كريب ( قال يحيى وإسحاق أخبرنا وقال الآخران حدثنا أبو معاوية ) عن الأعمش عن إبراهيم عن الأسود عن عائشة قالت تزوجها رسول الله صلى الله عليه و سلم وهي بنت ست وبنى بها وهي بنت تسع ومات عنها وهي بنت ثمان عشرة
    “Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Ishaq bin Ibrahim dan Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Kuraib. (Berkata Yahya dan Ishaq : “Telah mengabarkan kepada kami” dan dua perawi lainnya mengatakan : “Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah) dari Al-A’masy dari Ibrahim dari al-Aswad dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, ia mengatakan bahwa :
    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahinya ketika dia berusia 6 tahun dan berumah tangga dengannya ketika berusia 9 tahun dan beliau wafat saat dia berusia 18 tahun.”
    (Shahih Muslim 2/1038)

    2. Imam An-Nasa’i rahimahullah meriwayatkan :
    أخبرنا أحمد بن سعد بن الحكم بن أبي مريم قال حدثنا عمي قال حدثنا يحيى بن أيوب قال أخبرني عمارة بن غزية عن محمد بن إبراهيم عن أبي سلمة بن عبد الرحمن عن عائشة قالت تزوجني رسول الله صلى الله عليه و سلم وهي بنت ست سنين وبنى بها وهي بنت تسع
    Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Sa’d bin Al-Hakam bin Abi Maryam, ia berkata : “Telah menceritakan kepada kami pamanku (yakni Sa’id bin Al-Hakam), ia berkata : “Telah menceritakan kepadaku ‘Umarah bin Ghazwah dari Muhammad bin Ibrahim dari Abu Salamah bin ‘Abdurrahman dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, ia berkata :
    “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahiku saat aku berusia 6 tahun dan berumah tangga denganku ketika usiaku 9 tahun.”
    (Sunan Ash-Shughra 6/131 no.3379. Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan bahwa hadits ini : “Shahih.”)

    3. Imam Abu Ya’la rahimahullah mengatakan :
    حدثنا عبد الله بن عامر بن زرارة الحضرمي حدثنا يحيى بن زكريا بن أبي زائدة عن محمد بن عمرو عن يحيى بن عبد الرحمن بن حاطب عن عائشة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم تزوجها وهي بنت ست سنين وبنى بها وهي بنت تسع سنين
    Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin ‘Amru bin Zurarah al-Hadhrami, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Zakariya bin Abi Zaidah dari Muhammad bin ‘Amru dari Yahya bin ‘Abdirrahman bin Hatib dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahinya ketika dia berusia 6 tahun dan berumah tangga dengannya ketika ia berusia 9 tahun.”
    (Musnad Abi Ya’la 8/132 no.4673)

    4. Ibnu Abi Ashim rahimahullah meriwayatkan :
    حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ ، نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ ، نا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ ، عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ ، عَنِ الْقَاسِمِ ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، قَالَتْ : ” تَزَوَّجَ بِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا ابْنَةُ سِتِّ سِنِينَ ، وَبَنَى عَلَيَّ وَأَنَا ابْنَةُ تِسْعِ سِنِينَ ، وَبَنَى عَلَيَّ فِي شَوَّالٍ “
    Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin ‘Ali, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Al-Hasan, telah mengabarkan kepada kami Sufyan Ats-Tsauri dari Sa’d bin Ibrahim dari Al-Qasim dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha ia berkata :
    “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahiku sedangkan usiaku saat itu 6 tahun, dan berkumpul denganku saat aku berusia 9 tahun.”
    (Al-Ahad wal-Matsani no.2697)

    Dapat kita lihat bahwa semua jalur sanad dari ke-4 hadits di atas bukanlah melalui periwayatan Hisyam bin ‘Urwah.

    Kemudian, telah diriwayatkan pula hadits ini dari jalur lainnya yang terdapat sedikit perbedaan di dalamnya, diantaranya adalah dari Imam Muslim rahimahullah, beliau meriwayatkan :
    وحدثنا عبد بن حميد أخبرنا عبدالرزاق أخبرنا معمر عن الزهري عن عروة عن عائشة أن النبي صلى الله عليه و سلم تزوجها وهي بنت سبع سنين وزفت إليه وهي بنت تسع سنين ولعبها معها ومات عنها وهي بنت ثمان عشرة
    “Dan telah menceritakan kepada kami ‘Abd bin Humaid, telah mengabarkan kepada kami ‘Abdurrazaq, telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az-Zuhri dari Urwah dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahinya, ketika dia berusia 7 tahun, dan dia diantar ke kamar beliau ketika berusia 9 tahun, dan ketika itu dia sedang membawa bonekanya, dan Nabi wafat ketika dia berusia 18 tahun.”
    (Shahih Muslim 2/1038 no.1422)

    Berbeda dengan hadits2 sebelumnya, maka dalam hadits ini, disebutkan bahwa usia ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha saat beliau dinikahi oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah 7 tahun, dan bukan 6 tahun.
    Namun penyebutan usia 9 tahun saat beliau mulai berumah tangga dengan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan berusia 18 tahun saat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam wafat menyepakati hadits2 lainnya yang telah disebutkan sebelumnya.

    Pertanyaannya :
    “Apakah perbedaan penyebutan antara 6 dan 7 tahun itu merupakan sesuatu yang bertentangan?”
    Jawabnya :
    “Tidak.”

    Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan :
    فالجمع بينهما أنه كان لها ست وكسر ففي رواية اقتصرت على السنين ، وفي رواية عدت السنة التي دخلت فيها
    “Penjamakan diantara kedua hal ini adalah bahwasannya ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha saat itu berusia 6 tahun lebih sedikit, maka di dalam satu riwayat penyebutannya digenapkan atas tahunnya saja (yaitu 6).
    Sedangkan dalam riwayat lainnya yang menyebutkan 7 tahun, maka itu adalah dihitung kepada tahun berikutnya yang ia telah masuk kepadanya (yaitu 7).”
    (Al-Minhaj 9/295)

    Sehingga dengan ini jelaslah bahwa memang tidak ada pertentangan diantara riwayat2 yang ada diantara yang menyebutkan 6 tahun dan 7 tahun.

    Nah, hadits2 di atas telah jelas menunjukan kepada kita seperti apa peristiwa pernikahan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan istri tercinta beliau Ummul Mu’minin ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shidiq radhiyallaahu ‘anha, pada usia berapa ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha dinikahi oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, pada usia berapa mulai berumahtangga dengan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan pada usia berapa saat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam wafat.

    Sehingga, dengan tsabitnya hadits2 yang berbicara tentang masalah ini, maka seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa masalah ini bukanlah merupakan satu hal yang diperdebatkan di kalangan para ulama terdahulu.
    Bahkan bisa dibilang para ulama shalih terdahulu, baik dari kalangan ulama2 Hadits, ulama2 Fiqih, dan ulama2 Sirah sepakat dan satu kata dalam masalah ini.

    Berikut perkataan beberapa ulama mutaqadimin (dan juga muta-akhirin) yang menujukan bahwa beliau semua rahimahumullah bisa dikatakan sepakat dan satu kata dalam masalah ini. Diantaranya :

    1. Ibnu Ishaq rahimahullah
    Beliau mengatakan :
    ثم تزوج رسول الله صلى الله عليه وسلم بعد سودة بنت زمعة عائشة بعد موت خديجة بثلاث سنين، وعائشة يومئذ ابنة ست سنين، وبني بها رسول الله صلى الله عليه وسلم وهي ابنة تسع سنين، ومات رسول الله صلى الله عليه وسلم وعائشة ابنة ثماني عشرة سنة.
    “Kemudian, setelah Saudah binti Zam’ah radhiyallaahu ‘anha, maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam lalu menikahi ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, 3 tahun ba’da wafatnya Khadijah radhiyallaahu ‘anha.
    Dan ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha saat itu berumur 6 tahun, lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mulai hidup serumah dengannya pada saat ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha berusia 9 tahun.
    Kemudian, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam wafat sedangkan saat itu ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha berusia 18 tahun.”
    (Sirah Ibnu Ishaq 1/239)

    2. Ibnu Hisyam rahimahullah
    Beliau mengatakan :
    عائشة : وتزوج رسول الله صلى الله عليه وسلم عائشةَ بنت أبي بكر الصديق بمكة،
    وهي بنتُ سبع سنين ، وبنى بها بالمدينة، وهى بنت تسع سنين أو عشر، ولم يتزوج رسول الله صلى الله عليه وسلم بكراً غيرها، زوجه إياها أبوها أبو بكر، وأصدقها رسولُ الله صلى الله عليه وسلم أربعمائة درهم .. .
    “Aisyah radhiyallaahu ‘anha, maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah menikahi ‘Aisyah putri dari Abu Bakar ash-Shidiq radhiyallaahu ‘anhu di Mekah, sedangkan umur ‘Aisyah saat itu adalah 7 tahun. Kemudian berumah tangga bersamanya di Madinah sedangkan saat itu usia ‘Aisyah adalah 9 tahun atau 10 tahun.”
    (Sirah ibnu Hisyam 4/291-292)

    3. Ibnu Hibban rahimahullah
    Beliau mengatakan :
    ثم تزوج رسول الله صلى الله عليه و سلم عند وفاة خديجة عائشة بنت أبي بكر قبل الهجرة بثلاثة سنين في شهر شوال و هي بنت ست
    “Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahi ‘Aisyah binti Abi Bakar radhiyallaahu ‘anha ba’da wafatnya Khadijah radhiyallaahu ‘anha, pada bulan Syawal 3 tahun sebelum hijrah. Usia ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha saat itu adalah 6 tahun….”
    (As-Sirah An-Nabawiyah hal.31)

    4. Al-Hafizh ibnu Mandah rahimahullah
    Beliau mengatakan :
    كان النبي صلى الله عليه وسلم تزوجاها بمكة ما لم يتزوج بكرا غيرها وهي بنت ست سنين و دخل بها بالمدينة وهي بنت تسع سنين بعد سبعة أشهرمن مقدمه المدينة و قبض وهي بنت ثمان سنين
    “Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahinya di Mekkah, dan tidaklah beliau menikahi seorang gadis perawan kecuali ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha sedangkan usianya saat itu adalah 6 tahun.
    Kemudian Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mulai serumah dengan Aisyah radhiyallaahu ‘anha di Madinah saat usia ‘Aisyah 9 tahun,…
    Dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam wafat sedangkan Aisyah radhiyallaahu ‘anha adalah 18 tahun. ”
    (Ma’rifat Ash-Shahabah 1/939)

    5. Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah
    Beliau mengatakan :
    عائشة بنت أبي بكر الصديق زوج النبي صلى الله عليه وسلم تقدم ذكر أبيها في بابه وأمها أم رومان بنت عامر بن عويمر بن عبد شمس بن عتاب بن أذينة بن سبيع بن دهمان بن الحارث بن غنم بن مالك بن كنانة تزوجها رسول الله صلى الله عليه وسلم بمكة قبل الهجرة بسنتين هذا قول أبي عبيدة وقال غيره بثلاث سنين وهي بنت ست سنين وقيل بنت سبع وابتني بها بالمدينة وهي ابنة تسع لا أعلمهم اختلفوا في ذلك
    ‘Aisyah binti Abi Bakar ash-Shadiq, istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam…
    Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahinya di Mekkah 2 tahun sebelum Hijrah menurut Abu Ubaidah, sedangkan yang lainnya mengatakan 3 tahun sebelum Hijrah, dan usia ‘Aisyah saat itu adalah 6 tahun, atau dikatakan 7 tahun.
    Kemudian Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berumah tangga dengannya di Madinah pada saat usianya 9 tahun..”
    (Al-Isti’ab fi Ma’rifatil-Ashab 4/1881)

    6. Ibnul Atsir rahimahullah
    Beliau mengatakan :
    عائشة بنت أبي بكر الصديق الصديقة بنت الصديق أم المؤمنين زوج النبي وأشهر نسائه وأمها أم رومان ابنة عامر بن عويمر بن عبد شمس بن عتاب بن أذينة ابن سبيع بن دهمان بن الحارث بن غنم بن مالك ابن كنانة الكنانية تزوجها رسول الله صلى الله عليه وسلم قبل الهجرة بسنتين وهي بكر قاله أبو عبيدة وقيل بثلاث سنين وقال الزبير تزوجها رسول الله صلى الله عليه وسلم بعد خديجة بثلاث سنين وتوفيت خديجة قبل الهجرة بثلاث سنين وقيل بأربع سنين وقيل بخمس سنين وكان عمرها لما تزوجها رسول الله صلى الله عليه وسلم ست سنين وقيل سبع سنين وبنى بها وهي بنت تسع سنين بالمدينة
    ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shidiq ash-Shadiqah binti Ash-Shidiq Ummul Mu’minin, istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam…
    Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahinya 2 tahun sebelum hijrah, dan ia adalah seorang perawan…
    Dan dikatakan 3 tahun sebelum hijrah….
    Adapun umurnya pada saat dinikahi oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam itu adalah 6 tahun.
    Dikatakan juga 7 tahun, dan kemudian mulai hidup serumah bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam di Madinah pada saat usianya 9 tahun.”
    (Usdul-Ghabah fi Ma’rifatish- Shahabah 7/205)

    7. Ibnu ‘Asakir rahimahullah
    Beliau mengatakan :
    الثالثة عائشة بنت أبي بكر الصديق عبدالله ويقال عتيق بن أبي قحافة ( عثمان بن
    ) عامر بن عمرو بن كعب وأمها أم رومان بنت عامر بن عويمر
    هاجرت مع النبي صلى الله عليه وسلم وتزوجها بعد الهجرة وقيل بل في شوال سنة عشر من النبوة قبل مهاجره الى المدينة بسنة ونصف أو نحوها وكانت بكرا ولم ينكح بكرا غيرها ولم تلد له ولا غيرها من الحرائر سوى خديجة بنت خويلد
    ونكحها وهي ابنة ست وقيل سبع سنين وبنى بها وهي ابنة تسع سنين وتوفي عنها وهي ابنه ثمان عشرة
    “’Aisyah binti Abi Bakar ashShidiq radhiyallaahu ‘anha…
    Dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menikahinya sedangkan ia berusia 6 tahun, atau dikatakan 7 tahun, dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berumah tangga dengannya saat ia berusia 9 tahun, serta Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam wafat pada saat ia berusia 18 tahun.
    (Al-Arba’in fi Manaqib Umahat al-Mu’minin 1/41)

    8. Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah
    وقوله : ” تزوجها وهى ابنة ست سنين ، وبنى بها وهى ابنة تسع ” ما لا خلاف فيه
    بين الناس ، وقد ثبت في الصحاح وغيرها .
    وكان بناؤه بها عليه السلام في السنة الثانية من الهجرة إلى المدينة .
    “Perkataannya : “Nabi shallalaahu ‘alaihi wa sallam menikahi ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha sedangkan ia berusia 6 tahun, dan berumah tangga dengannya sedangkan ia berusia 9 tahun” adalah suatu hal yang tidak diperselisihkan diantara manusia, dan sungguh telah tsabit khabar tentang ini di dalam kitab2 Shahih dan selainnya.”
    (As-Sirah An-Nabawiyah 2/141)

    9. Al-Hafizh Adz-Dzahabi rahimahullah
    Beliau mengatakan :
    عائشة أم المؤمنين ( ع )
    بنت الإمام الصديق الأكبر ، خليفة رسول الله صلى الله عليه وسلم أبي بكر عبد الله بن أبي قحافة عثمان بن عامر بن عمرو بن كعب بن سعد بن تيم بن مرة ، بن كعب بن لؤي ؛ القرشية التيمية ، المكية ، النبوية ، أم المؤمنين ، زوجة النبي صلى الله عليه وسلم ، أفقه نساء الأمة على الإطلاق .
    وأمها هي أم رومان بنت عامر بن عويمر ، بن عبد شمس ، بن عتاب بن أذينة الكنانية .
    هاجر بعائشة أبواها ، وتزوجها نبي الله قبل مهاجره بعد وفاة الصديقة خديجة بنت خويلد ، وذلك قبل الهجرة ببضعة عشر شهرا ، وقيل : بعامين . ودخل بها في شوال سنة اثنتين ، منصرفه – عليه الصلاة والسلام – من غزوة بدر ، وهي ابنة تسع .
    “‘Aisyah Ummul Mu’minin radhiyallaahu ‘anha.
    Putri imam Ash-Shidiq al-Akbar, Khalifah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam Abu Bakar ‘Abdullah bin Abu Quhafah……….. (radhiyallaahu ‘anhu).
    Dan Nabi shallaaahu ‘alaihi wa sallam menikahinya setelah wafatnya ash-Shadiqah Khadijah binti Khuwailid radhiyallaahu ‘anha, sekira beberapa belas bulan sebelum peristiwa hijrah ke Madinah. Dikatakan pula dua tahun sebelum hijrah.
    Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serumah dengannya pada bulan Syawal tahun ke-2, seusai perang Badar, sedangkan usia ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha saat itu 9 tahun.”
    (Siyar A’lam an-Nubala 2/135)

    10. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah
    Beliau mengatakan :
    عائشة بنت أبي بكر الصديق تقدم نسبها في ترجمة والدها عبد الله بن عثمان رضي الله عنهم وأمها أم رومان بنت عامر بن عويمر الكنانية ولدت بعد المبعث بأربع سنين أو خمس فقد ثبت في الصحيح أن النبي صلى الله عليه وسلم تزوجها وهي بنت ست وقيل سبع ويجمع بأنها كانت أكملت السادسة ودخلت في السابعة ودخل بها وهي بنت تسع
    ‘Aisyah binti Abi Bakar ash-Shidiq…………..
    Dilahirkan 4 atau 5 tahun ba’da pengutusan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan telah tsabit dalam Ash-Shahih bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi was allam menikahinya sedangkan ia berumur 6 tahun, atau dikatakan juga 7 tahun………
    dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam serumah dengannya sedangkan ia berusia 9 tahun.”
    (Al-Ishabah fi Tamyiz Ash-Shahabah 8/16 biografi no.11457)

    Dan banyak lagi yang lainnya yang tidak mungkin disebutkan di sini semuanya.
    Yang jelas seperti yang dikatakan oleh Al-Hafizh ibnu Katsir rahimahullah bahwa perkara ini merupakan suatu hal yang tidak diperselisihkan diantara manusia, khususnya para ulama, dan sungguh telah tsabit khabar tentang ini di dalam kitab2 Shahih dan selainnya dan sungguh, tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang2 yang jahil.




    Mari nonton bareng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s