Analisis Tanggapan atas Kebohongan Kristen – 1


kaligrafi-bismillah
“Apakah kamu masih mengharapkan mereka (Bani Israel) akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?” (QS. Al Baqarah :75)

Maha suci Allah yang Maha Tinggi dari segala sifat kemakhlukan. Dia-lah Allah, Tuhan semesta alam, Yang Maha Menguasai atas segala ciptaanNya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dia-lah Allah Yang Maha Esa, tiada ilah (Tuhan) yang patut disembah dan dijadikan sesembahan melainkan Dia.

Allah swt telah mengutus rasul-rasulNya kepada setiap ummat untuk menyampaikan seruan Tauhid dan menunjukkan jalan yang lurus, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, menghindari dari mengikuti langkah-langkah syaithan, karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata.

Dalam Al Qur’an surah Al Baqarah ayat 75 di atas, Allah swt menjelaskan dengan tegas, bagaimana bani Israel yang telah mengubah setiap ajaran yang dibawa para rasul yang telah diutus oleh Allah swt kepada mereka. Dan bagaimana kekerasan hati mereka untuk mengikuti ajaran yang diberikan kepada mereka.

Dalam tulisan ini dan beberapa tulisan nantinya akan dianalisis tanggapan seorang atas beberapa pemaparan penyelewengan ajaran dan ketidaksesuaian isi yang terdapat dalam Al Kitab.

Penciptaan siang dan matahari.

1:1. Pada mulanya Ellohim menciptakan langit dan bumi.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
1:3. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

AYAT2 DI ATAS BERBICARA TENTANG PENCIPTAAN HARI PERTAMA. BANDINGKAN DENGAN PENCIPTAAN HARI KEEMPAT BERIKUT INI:

1:16 Maka Ellohim menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17 Ellohim menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Ellohim melihat bahwa semuanya itu baik.
1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.

Penjelasan:

Dijelaskan menurut Alkitab, bahwa pada hari pertama, Ellohim (Tuhan-Tuhan) telah menciptakan siang dan malam. Ini sesuatu yang sangat aneh dan tidak bisa diterima secara ilmiah oleh sains modern, oleh karena Ellohim baru menciptakan matahari pada hari keempat. Sesuatu yang sangat tidak masuk akal, bahwa “siang dan malam” sudah ada sebelum matahari diciptakan!

Sebuah kitab yang seharusnya menjadi petunjuk bagi kemaslahatan umat manusia, ternyata bertentangan dengan ilmu pengetahuan yang ada dalam umat manusia.

Menurut sains modern, kejadian siang dan malam disebabkan oleh rotasi/berputarnya bumi pada porosnya terhadap matahari. Matahari yang terus-menerus bersinar menerangi sistem tata surya, menimbulkan terjadinya siang dan malam bukan saja terhadap bumi, tetapi juga terhadap delapan planet lainnya dalam sistem tata surya, berikut satelit-satelitnya (bulan dan semacamnya).

Jadi, bukannya siang dan malam itu muncul secara tiba-tiba, tetapi ia muncul disebabkan oleh sinar matahari.

JAWAB :

Ada yang berpendapat bahwa terang yang dimaksud adalah terang “kosmis” karena matahari bukanlah satu-satunya sumber terang. (1)

Adalah sangat menarik anda mengatakan bahwa Alkitab membuat perbedaan antara “terang” yang diciptakan oleh Allah — ELOHIM (Plural Majesty)pada hari yang pertama dari penciptaan, dengan “matahari” yang diciptakan pada hari ke-empat dari penciptaan (Kejadian 1).

Kisah yang dicatat dalam Kitab Kejadian bukan laporan ilmiah tentang penciptaan. Kitab Kejadian tidak menceritakan tentang cara Allah menciptakan, hanya bahwa yang menciptakan adalah Allah. Ia sekelumit pun tidak menceritakan tentang “jangka waktu” penciptaan itu; bahwa hari-hari itu lamanya bukan 24 jam (2)seperti hari-hari manusia, itu jelas, sebab kitab Kejadian sendiri mengatakan, bahwa hari pertama usai sebelum matahari diciptakan.

Terdapat sejumlah tanggapan tentang arti hari-hari yang disebut dalam cerita Kejadian itu, bahwa yang dimaksud dengan itu adalah abad-abad geologis, atau, bukan hari-hari penciptaan itu sendiri, melainkan hari-hari pada mana penciptaan itu dinyatakan kepada manusia. Justru tepat bila berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan hari-hari itu adalah hari-hari Allah, dan bahwa sia-sialah untuk mencoba mengukurnya dengan ukuran waktu manusia. Alkitab sendiri mengatakan bahwa waktu Allah tidak sama dengan waktu manusia.
Ada pula pandangan lain mengenai pengadaan matahari, bulan, dan bintang-bintang. Pandangan yang satu menyatakan bahwa matahari, bulan, dan bintang-bintang diciptakan pada penciptaan mula-mula yang disebut di Kejadian 1:1 dan seterusnya, tetapi bahwa pada hari keempat berubah terang benda-benda penerang itu menembus kabut dan mencapai bumi (3). Mungkin ada yang keberatan ketika mendengar bahwa Allah telah menjadikan dua penerang yang besar.

Lagi pula dalam ayat berikutnya (Kejadian 1:17) dikatakan bahwa Allah menaruh semuanya (Ibrani: NÂTAN) itu di cakrawala. Ayat ini menggunakan kata Ibrani yang biasanya diterjemahkan memberi, yang sering digunakan dalam pengertian mengadakan. Bila kata NÂTAN diartikan sebagai mengadakan, kita dapat menerjemahkan Kejadian 1:17, “Dan Allah mengadakan (yakni mengangkat) semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi.” Jadi, ayat ini mungkin menunjuk pada pernyataan Allah mengenai fungsi benda-benda penerang dan bukan kepada penciptaannya. Kata menciptakan (Ibrani: BÂRÂ’) tidak digunakan di sini.

Pandangan selanjutnya berpendapat bahwa sementara terang diciptakan pada hari pertama, terang itu dipusatkan pada matahari pada hari keempat; yakni, pada waktu Allah berfirman, benda-benda angkasa mulai bekerja sebagai penerang alam semesta.

Meskipun Alkitab bukan Buku Science, namun bagaimanapun juga Alkitab tidak pernah bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern, semua bukti-bukti yang pernah ada, tidak ada yang bertentangan dengan Alkitab, bahkan sebaliknya ada banyak hal-hal yang ditemukan pada zaman modern mendukung tulisan-tulisan yang ada di dalam Alkitab. Seluruh isi Alkitab mutlak dapat dipercaya baik secara ilmiah maupun rohani, karena Alkitab adalah firman Allah yang asli.(4)

Sayangnya ada orang-orang yang kurang mengerti atau kurang berhati-hati dalam menafsirkan isi Alkitab sehingga kelihatannya ada kesalahan-kesalahan di dalam Alkitab, tetapi sebetulnya tidak ada kesalahan di dalam Alkitab. Semua kesalahan yang terjadi adalah kesalahan dari pihak manusia yang menafsirkannya dengan sembarangan dan tidak berhati-hati, atau manusia yang percaya kepada ilmu pengetahuan yang buruk dan tidak mempunyai bukti-bukti yang pasti.

ANALISIS

Sang Penanggap (P) telah memaparkan seluruh tanggapannya atas sesuatu kebenaran atas ketidaksesuaian Alkitab terhadap sains dan teknologi saat ini, yang ia anggap sebagai tuduhan. Namun penjelesan yang dipaparkannya semakin memperjelas bagaimana kerasnya seorang kristiani mempertahanan ajaran kekristenannya, walaupun itu dengan penjelasan yang tidak pasti.

1. Jika P membenarkan bahwa “terang” yang dimaksud adalah sebuah kosmis dan bukannya matahari, maka di sini letaknya Alkitab tidak sesuai dengan sains, karena tidak mungkin terjadi siang dan malam jika penyebab terjadi keduanya belum terbentuk. Rotasi bumi pada porosnya menyebabkan terjadinya siang dan malam. Bagian bumi yang menghadap ke matahari adalah siang dan yang membelakangi matahari adalah malam.

2. Jika P mengatakan hari yang dimaksud dalam penciptaan bukan hari yang sebenarnya. Maka inilah yang disebut sebagai kerancuan bahasa. Dalam hari pertama sudah terdapat siang dan malam, terjadi petang dan pagi. Maka waktu-waktu yang bagaimana yang dinyatakan dalam Al Kitab?

3. Di lain sisi P memaparkan suatu pendapat yang mengatakan bahwa matahari, bulan, dan bintang-bintang diciptakan pada hari pertama. Jika itu benar merupakan maksud dari yang tertulis di Al Kitab Kejadian 1:1, maka ini bertentangan dengan Kejadian 1: 14-16. Karena jelas pada ayat tersebut dituliskan bahwa pada hari keempat lah semua benda-benda penerang tersebut baru diciptakan.

4. Di akhir penjelasan, P menegaskan bahwa tidak ada yang bertentangan antara Al Kitab dengan sains. Namun jika kita lihat saja dari Kejadian 1 : 1 – 31, banyak pertentangan yang lain yang dapat kita jumpai dengan pikiran yang jernih, di antaranya:

  • Langit diciptakan pada hari pertama. Namun sekali lagi di hari kedua diciptakan cakrawala dan diberi nama langit.
  • Tumbuhan di bumi diciptakan pada hari ketiga, sedangkan matahari (sebagai pendukung fotosintesis) baru di ciptakan pada hari ketiga. Tidak mungkin tumbuhan dapat hidup tanpa sinar matahari terlebih jika hari-hari dalam penciptaan yang dimaksud adalah 1000 tahun. “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari” (2 Petrus 3 : 8)
  • Pada Kejadian 1 : 30, dinyatakan bahwa segala hewan dibumi, burung, hewan melata, dan yang bernyawa diberikan Tumbuhan hijau sebagai makanannya. Orang awam saja tahu, jika tidak semua hewan di bumi memakan tumbuhan hijau, malah ada yang memakan hewan lain sebagai makanannya.

Demikianlah analisis mengenai tanggapan bahwa kebohongan kristen itu merupakan sebuah tuduhan, dan di sini dapat kita lihat bahwa sesungguhnya di dalam Al Kitab banyak terdapat hal-hal yang bertentangan baik antara satu ayat dengan ayat yang lain, maupun antara isi Al Kitab dengan kenyataan sains yang telah dibuktikan, bagi orang-orang yang berfikir…

Wallahu ‘alam bish shawab

Referensi:

1. Kebohongan kristen, Alkitab VS Iptek, http://www.kebohongan-kristen.150m.com
2. BP, APOLOGETIK & TANGGAPAN ATAS TUDUHAN – ALKITAB VERSUS ILMU PENGETAHUAN MODERN!, http://www.sarapanpagi.org : 2006
3. OTAK INFO, Kejadian 1 : 1 – 31, http://www.Alkitab.Otak.Info

7 responses to “Analisis Tanggapan atas Kebohongan Kristen – 1

  1. Hari Allah : 1,000 Tahun atau 50,000 Tahun?

    [22:47] Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.

    [32:47] Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.

    Dalam ayat-ayat di atas, jelas dikatakan satu hari Allah sama dengan seribu tahun bumi. Tetapi bandingkan dengan ayat berikut:

    [70:4] Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.

    Jadi yang mana yang benar? Satu hari Allah sama dengan 1,000 tahun bumi atau 50,000 tahun bumi?

    http://jube.supersized.org/archives/140-Kontradiksi.html

  2. Sebelumnya terima kasih atas pertanyaannya…
    Namun sebelum saya menanggapi, saya harap anda memakai nama yang lebih baik…

    Sedikit ralat, QS. 32 terdiri dari 30 ayat, dan ayat yang menjelaskan 1 hari sama dengan 1000 tahun hitungan manusia disebutkan pada ayat 5.

    Dalam QS. 22 ayat 47, adalah suatu penjelasan yang sangat jelas, bahwa Hari Allah adalah 1000 tahun hitungan manusia.

    Sedangkan dalam QS. 70 ayat 4, saya harap anda kembali membaca ayat tersebut dan ayat sebelumnya, bahwa Allah memiliki tempat-tempat naik, dan bahwa Para Malaikat naik menghadap Allah (ke tempat-tempat naik) dalam sehari sama kadarnya dengan 50000 tahun.
    Saya rasa anda pernah mendengar bahwa jarak dapat dinyatakan dengan kecepatan. Misal: Jarak antar galaksi adalah 10000 tahun cahaya.

    Jika pada ayat sebelum Allah menyatakan bahwa 1 hari Allah adalah 1000 tahun hitungan manusia, maka pada ayat ini Allah menyatakan jarak yang ditempuh Malaikat untuk naik menghadap Allah adalah 50000 tahun. Anda dapat bayangkan seberapa jauh perjalanan yang dilakukan Malaikat saat akan menghadap Allah.

    Saya harap ini dapat membantu saudara… Wallahu ‘alam bish showab.

  3. -Kata Tuhan Yesus “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

    -Kata Tuhan Yesus “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

    -Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu TIDAK DAPAT berbuat apa-apa.

    -Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Tuhan Yesus, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

    TUHAN YESUS ADALAH TUHAN SEMESTA ALAM.
    AMIN

  4. Terima kasih atas komentar yang anda berikan…

    Saya akan memberikan sedikit penjelasan dari pernyataan anda.
    Anda mengklaim bahwa Yesus adalah Tuhan semesta alam pada akhir komentar anda dengan memakai beberapa dalil. Dari dalil yang tertera sebelumnya, Yesus sama sekali tidak mengatakan bahwa dia adalah Tuhan. Beliau tidak mengatakan demikian,”Akulah Tuhan,…”. Apalagi kalau kita lihat pada kitab kejadian, bahwa Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi.

    Coba anda lihat ayat berikut:
    “Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: “Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.” (Kisah Para Rasul 4 : 24)
    Dengan dalil di atas, Allah lah yang lebih pantas dan lebih jelas bahwa Dia Tuhan semesta Alam.

    Semoga dapat membantu… Wallahu ‘alam bish showab

  5. salam..

    waduh saya ga bisa ngomong apa2 nih, geleng2 kepala sendiri jadinya. sungguh teramat rapuh pondasi agama kristen itu. semoga blog ini akan memperkuat iman kita sekaligus membukakan hati orang yg mencari kebenaran amin.. Allahu ahad.. Allah maha esa..

  6. kalau saya lihat, perdebatan yang terjadi antara Islam ^ Kristen di sisi Ketuhanan Yesus saja…|Islam mengakui kenabian Yesus/Isa dan Kristen mengakui Ketuhanan Yesus/Isa..
    Sebenarnya sangat simple dan mudah ketika kita lihat dari kisah dan kehidupan Yesus dari Alquran dan Alkitab. Keduanaya mengakui bahwa nyawa seseorang/ manusia adalah kuasa Tuhan.Tidak ada satu pun di muka bumi ini yang bisa menghidupkan dan mematikan nyawa, selain Tuhan. Pernah dengar dan baca Isa/Yesus menghidupkan orang mati…? ( Lazarus )….

    Tidak lain dan tidak bukan, Yesus-lah Tuhan Allah kita, jalan terang dan kedamaian. Bukan jalan perang…Yesus adalah Kalimatullah.Yesus adalah perkataan Tuhan….!!!!

    semoga semua bertobat….

  7. terima kasih telah mengomentari tulisan ini…

    Sedikit penjelasan yang akan saya berikan semoga bisa mencerahkan hati teman kita Celek…

    Isa a.s (umat Kristiani menyebutnya Yesus) sebagaimana para rasul Allah yang lain, diberikan mukjizat sebagai tanda kerasulannya dan tanda-tanda kekuasaan Allah swt. Agar kaum yang diutus rasul kepada mereka mempercayai kerasulannya dan mendengarkan ajaran tauhid yang dibawanya.

    Kemampuannya menghidupkan orang mati adalah atas izin Allah swt. Beliau (Isa a.s) tidak mungkin bisa disebut sebagai Tuhan karena dia sendiri menyeru untuk menyembah Tuhan yang Tunggal.

    Dalam penciptaan alam semesta sendiri tidak ada peran Yesus walau sedikit. Dan bukankah Tuhan adalah Maha Pencipta…?

    Sesungguhnya pada apa yang diciptakan Allah terdapat tanda-tanda kekuasaanNya, bagi kaum yang berfikir….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s