Istikharah : Kuatkan Niat dalam Urusan


kaligrafi bismillahBoleh jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. al Baqarah : 216)

Dalam kehidupan di dunia, seluruh manusia disibukkan dengan aktifitasnya masing-masing Ada yang sibuk bekerja di kantor, mengajar di sekolah, atau ibu yang merawat anak-anak di rumah. Semua manusia menyibukkan diri mereka dengan berbagai aktifitas dunia. Pada suatu waktu, manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan dalam hidupnya, dan dia harus mampu menentukan sikap dan memilih dari pilihan yang ada.

Jika dalam menghadapi suatu pilihan, kita sudah mengambil suatu keputusan, maka hendaknya kita berdoa kepada Allah swt, untuk menguatkan hati kita atas pilihan yang kita lakukan. Dengan menyerahkan segala urusan kita kepada Allah yang Maha Mengetahui, insya Allah, kita dapat menerima pilihan tersebut walaupun bagi kita itu suatu yang buruk.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Jabir ra. bahwa Rasulullah saw mengajarkan istikharah dalam segala perkara sebagaimana beliau mengajarkan Al Quran:

إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعِيشَتِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعِيشَتِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ قَالَ وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ

`Jika salah seorang dari kalian berniat melakukan suatu urusan, maka shalatlah dua rakaat dari selain shalat fardhu, kemudian hendaklah mengucapkan: ‘Ya Allah, aku beristikharah kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku meminta penilaian-Mu dengan kemampuan-Mu dan aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha mengetahui perkara-perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui perkara ini lebih baik bagiku dalam urusan agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku-, maka putuskanlah dan mudahkanlah urusan ini untukku, kemudian berkahilah untukku di dalamnya. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa itu buruk bagiku, baik dalam urusan agamaku, kehidupanku maupun kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku- maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya serta putuskanlah yang terbaik untukku di mana pun berada, kemudian ridhailah aku dengannya.’ Dan hendaklah ia menyebutkan hajatnya.” (HR. Bukhari, At-Tirmidzi, An-Nasai dan lainnya)

Pada hadits Rasulullah saw di atas, bahwa jika kita berniat melakukan suatu urusan, artinya dalam menghadapi suatu urusan yang telah kita pilih untuk dilakukan, maka kita dianjurkan untuk shalat sunat 2 rakaat yang dimaksudkan untuk beristikharah kepada Allah swt.  Dalam hal ini, anjuran shalat sunat 2 rakaat bisa jadi dilakukan bersama shalat sunat yang lain. Semisal dengan berdoa istikharah seusai shalat rawatib.

Hikmah Istikharah

Dalam setiap urusan di dunia dan akhirat, manusia sebagai seorang hamba seharusnya mengembalikannya Allah swt, sang Khalik, Yang Maha Mengetahui, apa yang manusia tidak mengetauinya. Karena dalam hidupnya, manusia seringkali ragu dan bimbang atas keputusan yang telah diambilnya.

Dengan beristikharah kepada Allah dalam segala urusan, manusia harus menyerahkan apa-apa yang menjadi ganjalan di hati nya kepada Allah yang memiliki dirinya. Dengan begitu tidak ada kata gundah dan resah. Kita telah menguatkan niat kita dan menerima bahwa apapun yang terjadi Allah telah menentukan semua urusan kita.

Jika apa yang telah kita niatkan itu baik bagi kita menurut Allah, maka dengan istikharah kita berharap Allah menguatkan hati kita pada pilihan itu walau itu tidak kita sukai. Dan jika niat kita itu buruk di pandangan Allah, maka kita berharap Allah memalingkan hati kita dari berbuat demikian walau itu yang sangat kita sukai.

Wallahu a’lam bish showab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s