Di Balik Shalat Shubuh


bismillah

“Orang-orang Badui itu berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka), “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘kami telah tunduk’ karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu. Jika kamu taat kepada Allah dan RasulNya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat : 14)

Betapa mudahnya untuk mengatakan kalimat “Islam” dengan lidah, namun alangkah sulitnya menanamkan rasa “iman” dalam hati manusia. Demikianlah yang ditegaskan Allah swt dalam ayat Al Quran di atas. Dan Allah Maha Mengetahui atas apa-apa yang manusia perbuat di dunia, dan Dia akan menguji manusia akan keimanan yang diucapkannya dengan lisannya. Allah swt berfirman,

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguahnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.(QS. Al ‘Ankabut : 2-3)

Ujian keimanan yang diberikan Allah swt kepada manusia adalah ujian yang terus menerus hingga menjelang ajal menjemput. Ujian ini pastilah sulit, karena itu akan menjadi pembeda bagi seorang mukmin dan yang munafik. Namun begitu, ujian dari Allah swt bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan, sehingga betapa sulitpun ujian tersebut, bagi seorang mukmin yang menjalaninya dengan penuh keikhlasan, maka ia akan lulus dari ujian tersebut.

Shalat Shubuh Sebagai Ujian

Inilah ujian yang sesungguhnya bagi mukmin, ujian yang berat tapi bukan suatu hal yang mustahil. Bagi seorang laki-laki adalah shalat Shubuh berjama’ah di masjid secara rutin. Sedangkan bagi perempuan, shalat Shubuh tepat pada waktunya di rumah. Rasulullah saw membuat suatu klasifikasi yang membedakan antara seorang mukmin dengan orang munafik. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat isya’ dan shubuh. Sekiranya mereka mengtahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak(HR. Al Bukhari dan Muslim)

Sehingga, jika seseorang dengan sengaja meninggalkan shalat ini, maka kesengajaan tersebut adalah bukti yang nyata dari sifat kemunafikan. Dan hendaknya seseorang tersebut segera bermuhasabah (introspeksi diri), jika dengan sengaja dia telah meninggalkan shalat shubuh. Shalat shubuh merupakan sebuah ujian yang berat bagi keimanan seseorang, namun sungguh ia tidak mustahil dilaksanakan. Bagi seorang laki-laki kewajiban melaksanakan shalat shubuh berjama’ah secara rutin di masjid, dan bagi seorang wanita kewajiban melaksanakan shalat shubuh tepat waktu di rumah. Dari Ibnu Umar ra., Rasulullah saw pernah bersabda,

Janganlah kalian melarang wanita-wanita kalian untuk shalat di masjid. Sedangkan shalat mereka di rumah adalah lebih baik.(HR. Abu Dawud)

Batas Waktu Shubuh

Mengenai batas waktu shalat, ada pandangan yang keliru yang menyatakan bahwa waktu shalat shubuh adalah dari terbit fajar hingga tiba waktu zhuhur. Mungkin waktu yang seperti berlaku untuk shalat fardhu yang lain, namun tidak untuk shalat shubuh. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah ibn Amru ibn Al-Ash ra., Rasulullah saw bersabda,

Waktu shalat shubuh dari terbit fajar sampai terbit matahari.(HR. Muslim)

Dari hadits di atas, tidak ada lagi keraguan mengenai batas waktu shalat shubuh. Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Rasulullah menegaskan batas waktu shalat shubuh,

Barangsiapa yang mendapatkan satu rakaat shalat shubuh sebelum terbit matahari, maka ia telah melaksanakan shalat shubuh.(HR. At Tirmidzi)

Jadi, batas waktu shalat shubuh adalah hingga terbit matahari, dan jika seseorang telah mengerjakan satu rakaat dari shalat shubuhnya, maka ia telah mendapatkan shubuhnya, dan Allah Maha Pemurah lagi Maha Pengampun. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah swt adalah shalat yang tepat pada waktunya, sebagaimana hadits Rasulullah saw ketika ditanyai hal demikian oleh Abdullah ibn Mas’ud ra.,

“Amalan yang paling dicintai Allah ta’ala adalah shalat (tepat) pada waktunya” (HR Bukhari dan Muslim)

Nilai Shalat Shubuh

Shalat shubuh yang dikerjakan sebanyak dua rakaat, dari terbit fajar hingga terbit matahari, menyimpan banyak hikmah dan nilai yang sangat tinggi di sisi Allah. Namun banyak di antara kita yang tidak mengetahui apa yang terkandung di dalam shalat shubuh.

1. Pahala Shalat Satu Malam Penuh

Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah saw yang diriwiyatkan dari Utsman ibn Affan ra.,

Barangsiapa yang shalat Isya’ berjama’ah maka seakan-akan ia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjama’ah maka seakan-akan ia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh.(HR Muslim)

Bagaimana anda bisa meninggalkan begitu saja shalat shubuh dan isya berjamaah, yang nilainya sama dengan shalat satu malam penuh, yang belum tentu bisa anda lakukan. Bagaimana anda bisa melakukan shalat malam sedangkan anda meninggalkan shalat yang fardhu. Dalam sebuah hadits Qudsi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw bersabda, “ Allah berfirman:

Dan tiada amal yang dikerjakan oleh hamba-Ku – dengan maksud untuk mendekatkan dirinya pada-Ku – yang lebih Aku cintai, selain ibadah wajib yang Aku perintahkan kepadanya. Dan hamba-Ku terus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.(HR. Bukhari)

2. Sumber Cahaya di Hari Kiamat

Shalat shubuh adalah shalat wajib yang menjadi ujian sulit bagi orang-orang yang beriman. Untuk melaksanakannya kita harus bangun saat orang-orang masih tidur, saat gelap masih meliputi sekeliling kita. Namun inilah yang akan menjadi penerang di akhirat kelak bagi orang-orang yang mendirikan shalat shubuh.

Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya’ dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat(HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah)

Referensi

As Sirjani, Raghib, Dr., Misteri Shalat Subuh, AQWAM, Solo: 2008

2 responses to “Di Balik Shalat Shubuh

  1. assalamualaikum wr wb
    bagaimana jika tidak melaksanakan sholat subuh karena bangun kesiangan?
    dan katanya jika kita baru bangun dr tdur lalu ingat dgn sholat subuh maka kita masih bisa melaksanakan sholat subuh?
    bagaimana itu?

  2. alaika salam warahmatullah…

    Saudara letnan, jika kita tidak melaksanakan shalat dengan sengaja artinya kita secara terang-terangan telah ingkar dan kufur terhadap Allah.. Dan jika itu karena satu dan lain hal, itu berarti kita termasuk orang yang melalaikan shalatnya…

    Saat niat sudah kuat dalam hati untuk shalat shubuh, kita harus mendukungnya dengan hal lain. Misalnya tidur jangan terlalu larut malam. Jika kita telah berusaha dengan keras, namun tetap saja kesiangan. Maka ber-istighfarlah karena Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun, dan untuk ke depan kita harus berusaha lebih keras lagi. Nah itulah ujian bagi seorang mukmin…

    Islam adalah agama yang mengajarkan kepada ummatnya untuk bersikap disiplin, dalam hal ini waktu. Jika kita terbangun saat matahari terbit, berarti waktu shalat shubuh telah habis dan kita telah melalaikannya. Kuatkan niat dan berikhtiarlah, Insya Allah kita bisa menunaikan shalat shubuh tepat waktu.

    Shalat adalah satu-satunya ibadah yang tidak bisa di qodho’. Perbanyak shalat sunat, mudah-mudahan Allah menutupi amalan shalat fardhu kita yang tertinggal tanpa sengaja. Semoga dapat membantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s