Enam Hari Syawal Genapkan Puasa Setahun…


kaligrafi bismillah

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maa’idah : 35)

Segala puji bagi Allah yang telah mengutus para rasul-rasulNya dengan petunjuk dan jalan yang benar. Dia lah Allah, Tuhan yang memiliki Langit dan Bumi, dan apa-apa yang ada di antaranya. Dia lah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, bagi tiap-tiap makhluk-Nya, dan bagi hamba-hambaNya yang ingin mendekatkan diri kepadaNya.

Allah swt telah mewajibkan puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Tiap amal ibadah orang-orang yang berpuasa, dilipatgandakan ganjarannya di bulan ini. Dan di hari kemenangan, dikumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid, hingga mendirikan shalat sunnah 2 rakaat. Dan dari itu semua tanda kemenangan kita selama menunaikan ibadah di bulan Ramadhan adalah bahwa kita dapat membawa kebiasaan beribadah di bulan suci ini hingga bulan-bulan berikutnya.

Tiap amalan wajib yang dikerjakan manusia adalah pendekatan yang paling disukai oleh Allah swt, dan dengan amalan tambahan atau sunnah yang dilakukan hingga dicintai oleh Allah swt. Hal ini sebagaimana dalam sebuah hadits Qudsi,

Dan tiada amal yang dikerjakan oleh hamba-Ku – dengan maksud untuk mendekatkan dirinya pada-Kuyang lebih Aku cintai, selain ibadah wajib yang Aku perintahkan kepadanya. Dan hamba-Ku terus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.(HR. Bukhari)

Puasa Syawal Wujud Pendekatan Diri

Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan, maka ibadah yang paling membekas yang kita wujudkan sebeagai pendekatan diri kepada Allah adalah dengan melaksankan ibadah puasa syawal. Puasa adalah ibadah yang berfungsi sebagai pintu kebaikan dan perisai dari segala kebiasaan buruk manusia. Rasulullah saw bersabda,

Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai,…” (HR. Tirmidzi)

Jadi, dengan melaksanakan ibadah puasa Syawal, kita berharap ia jadi perisai bagi kita, pintu kebaikan, dan amal yang mendekatkan diri pada Allah. Dan ini jadi bukti bahwa “madrasah” ramadhan yang telah kita lalui sebelumnya membekas dari hati dan langkah kita.

Puasa Syawal Genapkan Puasa Setahun

Hal ini dijelaskan di beberapa hadits. Dari Abu Ayyub Al Anshori ra., Rasululllah saw bersabda,

Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.(HR. Muslim)

Dalam hadits lain yang diriwayat dari Tsauban, Rasulullah saw bersabda,

Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)

Dari hadits-hadits di atas dijelaskan bagaimana seseorang yang berpuasa syawal selama enam hari, maka ia telah seperti puasa setahun. Karena tiap amalan adalah 10 kebaikan semisal bagi orang menggenapkan shaum Ramadhannya dengan puasa syawal. Hingga 1 bulan Ramadhan semisal 10 bulan, dan 6 hari syawal semisal 60 hari (2 bulan).

Puasa di Awal Syawal Berturut-turut Setelah Mengqodho’ Ramadhan

Puasa syawal dianjurkan oleh sebagian besar ulama untuk dilaksanakan di awal syawal secara berturut-turut. Hal ini seperti yang dijelaskan Imam Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan,

Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.

Hal ini berarti jika ada halangan atau udzur hingga seseorang tidak dapat melaksanakan puasa syawal di awal bulan secara berturut-turut, maka ia dapat melaksanakannya semampunya hingga akhir syawal. Dan ia tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal.

Namun satu hal lagi yang perlu diperhatikan bahwa jika ada shaum Ramadhan yang tertinggal, maka hendaknya terlebih dahulu mengqodho bilangan puasa yang tertinggal. Karena Allah swt lebih menyukai hambaNya mengerjakan ibadah yang diwajibkan kepadanya.

Penutup

Rasulullah saw bersabda,

Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, kita berharap semoga dengan melakukan ibadah puasa di bulan syawal, sebagai amalan sunnah, kita dapat lebih mendekatkan diri kita kepada Allah, sehingga Allah swt mencintai dan meridhoi kita. Dan keutamaan puasa syawal dapat kita peroleh. Amin…

Wallahu ‘alam bish showab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s