Macam-Macam Sedekah – 1



Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS Ali Imran : 104)

Secara harfiyah, sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Dari makna ini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa kebenaran keimanan dan keislaman seseorang harus dibuktikan dengan sedekah. Dalam Ensiklopedia Hukum Islam, jilid 5 halaman 1617, defenisi sedekah adalah,
Pemberian dari seorang muslim secara ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu, yang diberikan sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah swt semata.”

Dengan demikiian salah satu yang harus dilakukan oleh kaum muslimin dalam hidupnya adalah bersedekah. Ini akan membuat keberadaannya terasa bermanfaat besar, tidak hanya bagi diri dan keluarganya, namun juga bagi orang lain. Akan tetapi, banyak orang yang merasa tidak sanggup bersedekah dengan alasan keuangan yang dimilikinya. Memang banyak di antara kita yang memahami bahwa bersedekah itu bisa dilakukan jika banyak harta, padahal banyak cara yang bisa kita lakukan untuk bersedekah meskupun kita tidak punya banyak harta, sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mau bersedekah.

Karena itu, bagi kita yang tidak punyak banyak harta jangan berkecil hati karena kita masih bisa bersedekah dalam banyak hal. Melalui tulisan ini kita akan membahas beberapa hal yang bisa kita lakukan sehingga kita pun termasuk golongan orang-orang yang bersedekah.

A. Bekerja Dengan Tangan (Kemampuan Sendiri)

Sebagai muslim, idealnya kita menjadi orang-orang yang dapat memberi manfaat kebaikan yang sebesar-besarnya kepada orang lain, karena itu setiap muslim harus berusaha dengan sepenuh kemampuannya, hingga paling tidak ia bisa memenuhi kebutuhan dirinya sendiri dan tidak menjadi beban orang lain. Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan diri sendiri termasuk dalam kategori bersedekah, apalagi jika ia bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Burdah, Rasulullah saw bersabda,

عَلىَ كُل مسلم صدقة. قالوا : يا رسول الله ارايت ان لم يجد؟ قال : يعمل بيده فينفع نفسه و يتصدق. قالوا : ارأيت ان لم يستطع؟ قال : يعين ذا الحاجة الملهوف. قالوا : ارأيت ان لم يفعل؟ قال : يأمر بالمعروف. قالوا : ارأيت ان لم يفعل؟ يمسك عن الشر فانها صدقة.

Setiap muslim harus bersedekah. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang yang tidak memiliki harta?” Beliau bersabda, “Bekerjalah dengan tangannya sehingga ia bermanfaat bagi dirinya lalu bersedekah.” Mereka bertanya lagi, “Bagaimana kalau ia tidak punya?” Beliau bersabda, ” Membantu orang yang membutuhkan lagi meminta pertolongan.” Mereka bertanya lagi, ” Kalau tidak bisa?” Beliau bersabda, “Hendaklah ia menyuruh kepada kebajikan.” Mereka bertanya lagi, ” Kalau tidak bisa?” Beliau bersabda, “Hendaklah ia menahan diri dari keburukan, karena keduanya merupakan sebaik-baik sedekah baginya.” (HR. Bukhari)

Kita harus berusaha dan bekerja dengan cara yang halal sehingga kita terhindar dari perbuatan mengemis. Karena mengemis akan menjatuhkan harga diri kita di hadapan manusia. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah saw,

Seseorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya, maka itu lebih baik daripada seseorang yang meminta-minta kepada orang-orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak.(HR. Bukhari dan Muslim)

B. Membantu Orang Lain

Dalam hidup ini kita pasti membutuhkan bantuan orang lain, cepat atau lambat, sehebat apapun kita. Bahkan semakin tinggi kedudukan seseorang dan semakin banyak hartanya tingkat ketergantungannya pada orang lain semakin besar, karenanya tidak pantas kita berlaku sombong hanya karena kita memiliki sedikit kelebihan. Dalam Islam, kita sangat ditekankan untuk melakukan apa yang disebut ta’awun atau tolong menolong (bekerja sama) yang dibingkai dalam kebaikan dan ketaqwaan, bukan dalam dosa atau kemaksiatan. Allah swt berfirman,

“…dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al Maidah : 2)

Ketika kita mampu memberikan pertolongan atau bantuan kepada orang lain, maka kita pun harus melakukannya dengan niat yang ikhlas karena Allah swt, sekecil apapun bentuk bantuan yang bisa kita berikan. Misalkan membantu seseorang yang kesulitan mengangkat suatu beban yang berat, termasuk sedekah. Begitulah seterusnya dalam segala bentuk kebaikan dalam rangka membantu orang lain, Rasulullah saw bersabda,

Membantu orang lain pada hewan kendaraannya untuk membawanya atau mengangkat barangnya adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

C. Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Ma’ruf adalah sesuatu yang dikenal, dan kebaikan disebut dengan ma’ruf karena sebenarnya setiap orang sudah mengetahui atau mengenal tentang kebaikan, namun orang yang sudah tahu tentang kebaikan ternyata belum tentu melaksanakan kebaikan itu. Karenanya, kebaikan harus diperintahkan untuk melaksanakannya. Itulah yang disebut Amar Ma’ruf.

Munkar adalah sesuatu yang tidak disukai (diingkari). Dan keburukan atau kejahatan disebut Munkar karena sebenarnya keburukan, kemaksiatan dan kejahatan merupakan sesuatu yang tidak disukai manusia dan mereka mengingkarinya. Akan tetapi, karena kadangkala manusia dikuasai oleh hawa nafsu, maka apa yang sebenarnya tidak disukai justru dilakukan, karena harus dicegah. Inilah yang disebut dengan Nahi Munkar.

Begitu pentingnya amar ma’ruf nahi munkar, hingga dalam hadits di atas hal ini termasuk sedekah. Dan bahkan orang yang melakukannya terjamin masuk ke dalam surga, sebagaimana disebutkan dalam suatu riwayat,

Saya pernah bertanya kepada Abu Dzar, saya berkata, “Tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang apabila seorang hamba melakukannya, niscaya ia akan masuk surga.” Ia berkata, “Saya telah menanyakan hal ini kepada Rasulullah, maka beliau bersabda, ‘Beriman kepada Allah dan hari akhir.’ Saya berkata, ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya bersama iman itu apakah ada amal?’ Beliau bersabda, ‘Menyedekahkan sebagian dari apa yang dikaruniakan Allah kepadanya.’ Saya berkata, ‘Ya Rasulullah, bagaiman kalau ia adalah seorang yang fakir,tidak menemukan sesuatu untuk disedekahkan?’ Beliau menjawab, ‘Menyuruh kepada yang Ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.’ ” Ia menuturkan, “Saya berkata, ‘Ya Rasulullah, bagaimana kalau dia adalah orang yang lemah, tidak bisa mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar?’ Beliau menjawab, ‘Berbuat sesuatu untuk orang yang tidak pandai.’ Ia berkata, ‘ bagaimana kalau dia sendiri adalah seorang yang tidak pandai dan tidak bisa berbuat sesuatu?’ Rasulullah saw bersabda, ‘Menolong orang yang tertindas.’ Ia berkata lagi, ‘Bagaimana kalau dia seorang yang lemah dan tidak mampu menolong orang yang tertindas?’ Beliau menjawab, ‘Apakah engkau tidak menghendaki ada kebaikan pada sahabatmu? Menahan diri dari perbuatan yang mengganggu orang lain.'” Maka saya berkata, “Ya Rasulullah, apabila ia melakukan hal itu, apakah ia masuk surga?” Beliau menjawab, “Tiada seorang muslim pun yang melakukan salah satu dari perkara-perkara di atas, melainkan perkara tersebut akan memegang tangannya (di hari kiamat kelak) hingga memasukkannya ke surga.(HR Thabrani, Ibn Hibban, dan Hakim)

Jaminan surga untuk orang yang melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar merupakan sesuatu yang sudah semestinya karena hal ini merupakan keberuntungan dalam hidup di dunia dan di akhirat. Manakala kita telah melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, maka hal ini menjadi salah satu sebab yang membuat kita mendapatkan rahmat Allah swt sebagai firmanNya,

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan rasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguh Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS At Taubah : 71)

Penutup

Dengan demikian, sebagai ummat muslim, kita tidak memiliki alasan untuk tidak bersedekah, karena kita bisa sedekah dengan berbagai cara yang selain memberikan sebagian harta kita. Dan dengan amar ma’ruf nahi munkar, atau menjaga diri untuk tidak berbuat buruk kepada orang lain juga termasuk dalam sedekah.

Wallahu a’lam bish showab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s