Macam-Macam Sedekah-2


Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. An Nisaa’ : 58)

Allah swt telah memberikan nikmat yang begitu banyak kepada hamba-hambaNya. Masing-masing manusia diberikan nikmat berupa rezeki oleh Allah swt sesuai ukuran dan ketentuanNya. Hingga Allah Yang Maha Adil menyerukan kepada ummat manusia untuk berbagi kepada sesama bagi yang menerima kelebihan rezeki dari Allah swt, dan salah satu adalah dengan bersedekah.

Banyak cara yang bisa kita lakukan dalam hidup ini agar kita termasuk ke dalam kelompok orang yang bersedekah, meskipun kita memiliki kekurangan dalam harta. Hal ini karena sedekah memang tidak hanya bisa dilakukan dengan memberikan harta kepada orang lain.

Pada tulisan yang lalu, dijabarkan tiga bentuk sedekah yang bisa kita lakukan, yakni bekerja dengan kemampuan sendiri, hingga kita dapat memenuhi nafkah diri dan keluarga. Kemudian membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan, dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

Di sini akan dijelaskan bentuk sedekah yang lain yang dapat kita lakukan dalam hidup ini untuk mendapatkan nilai sedekah dan keridhoan Allah swt.

1. Perkataan Yang Baik

Berbicara merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Karena itu, dunia ini tidak pernah sepi dari aktivitas berbicara. Adanya aktivitas berbicara membuat suatu kejadian dapat diinformasikan, ilmu pengetahuan dapat diajarkan dan nilai-nilai kebenaran atau kebaikan dapat disebarluaskan.

Namun, aktivitas berbicara sesuatu yang buruk, bathil atau munkar juga dbapat diinformasikan, kesombongan dan permusuhan antar sesama manusia juga dapat terjadi di seluruh dunia.

Bagi seorang mukmin yang ingin memiliki kepribadian yang terpuji, ia akan selalu berusaha berbicara dalam kerangka kebaikan dan kebenaran. Karenanya, hal ini menjadi ukuran keimanan seseorang, dalam suatu hadits Rasulullah saw bersabda,

من كان يؤمن باالله و اليوم الاْخر فليقل خيرا اْو ليصمت      روه بحارى مسلم

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Manakala seseorang sudah berbicara yang baik, maka ia telah menunjukkan salah satu manfaat dari keberadaannya sebagai manusia, sehingga berbicara yang baik termasuk dalam kategori sedekah yang pada dasarnya setiap kita bisa melakukannya. Rasulullah saw bersabda,

و الكلمة الطيبة صدقة    روه بحارى مسلم

Perkataan yang baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, bila manusia tidak bisa berbicara yang baik, di samping itu berbahaya bagi orang lain, sebenarnya juga amat berbahaya bagi dirinya sendiri, karena memang dosa terbesar atau terbanyak dari dosa-dosa yang dilakukan manusia adalah dosa yang bersumber dari lisannya, Rasulullah saw bersabda,

ان اكثر خطايا ابن ادم فى لسانه

Sesungguhnya kebanyakan dosa anak Adam berada pada lidahnya.(HR. Thabrani)

2. Berlaku Adil

Secara harfiyah, adil artinya meletakkan sesuatu pada tempatnya. Sedangkan pengertian adil adalah memberikan hak kepada setiap orang yang berhak dan menghukum seseorang yang bersalah sesuai dengan tingkat kesalahannya. Menegakkan keadilan adalah salah satu perintah Allah swt yang sangat penting sebagaimana firmanNya dalam Al Quran Surah An Nisaa’ ayat 58 di atas.

Manakala kita bisa berlaku adil kepada orang lain dalam kehidupan ini, maka kita pun termasuk orang yang bersedekah meskipun kita tidak memiliki harta, Rasulullah saw bersabda,

يعدل بين الإثنين صدقة    روه بخارى و مسلم

Berlaku adil antar dua orang adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bersikap dan bertindak secara adil memang menjadi sesuatu yang amat dibutuhkan. Dalam kehidupan manusia, baik satu orang dengan orang lain, kelompok dengan kelompok, maupun negara dengan negara, seringkali terjadi perselisihan, namun hal ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut. Karena itu, perselisihan harus ditengahi atau didamaikan oleh seorang penengah yang adil sehingga kedua yang bertikai atau berselisih dapat mewujudkan perdamaian. Allah swt berfirman,

Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Hujurat : 9)

Namun sebelum jauh melangkah untuk berlaku adil di tengah-tengah masyarakat, seorang muslim amat dituntut untuk berlaku adil terhadap anggota keluarganya sendiri, misalnya berlaku adil terhadap anak dan istrinya. Rasulullah saw bersabda,

إتقوا الله و اعدلوْا بين أولادكم    روه مسلم

Bertaqwalah kepada Allah dan berlaku adillah di antara anak-anakmu.” (HR. Muslim)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah saw juga bersabda,

سووا بين أولادكم فى العطية و لو كنت مفضلا أحدا لفضلت النساء    روه احمد و ترمذى

Persamakan di antara anak-anakmu dalam pemberian, dan seandainya aku boleh memberikan kelebihan kepada salah satu di antara mereka, pasti akan aku berikan kepada anak perempuan.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Dalam Al Quran, Allah swt berfirman,

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (QS. An Nisaa’ : 3)

3. Mendamaikan Orang Yang Bermusuhan

Permusuhan merupakan suatu yang sangat tidak menyenangkan dalam kehidupan. Salah satu dampak negatif dari yang kita rasakan akibat dari permusuhan adalah adanya rasa tidak tenang dan tidak nyaman. Oleh karena itu permusuhan yang terjadi tidak boleh dibiarkan terus berlanjut. Sehingga harus ada upaya pendamaian kepada siapapun yang berselisih ataupun bermusuhan. Dan ini termasuk salah satu sedekah yang paling utama, Rasulullah saw bersabda,

أفضل الصدقة إصلاح ذات البين

Sedekah yang paling utama adalah mendamaikan orang yang bermusuhan.” (HR. Thabrani dan Bazzar)

Dalam hadits lain, Rasulullah saw menjelaskan bahwa mendamaikan orang yang sedang bermusuhan adalah bentuk sedekah yang paling disukai Allah swt dan RasulNya.

يا ابا أيوب ألا أدلك على صدقة يحبها الله و رسوله؟ تصلح بين الناس إذا تبا غضوا و تفا سدوا

Wahai Abu Ayyub, maukah kamu aku tunjukkan suatu sedekah yang Allah dan RasulNya mencintainya? Perbaiki hubungan antara manusia bia mereka saling benci dan merusak.” (HR. Thabrani)

Penutup

Dengan demikian, kita dapat semakin memahami betapa besar peluang bagi kita untuk dapat bersedekah meskipun kita tidak memiliki harta untuk disedekahkan. Dan kita dapat semakin mendekatkan diri kita kepada keridhoan Allah swt, amiiin.

Wallahu a’lam bish showab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s