Marhaban Yaa Ramadhan




Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al Baqarah : 183)

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Dia lah yang mengatur kehidupan manusia sedemikian rupa sehingga sebagian manusia dapat memanfaatkan umurnya untuk beramal shaleh dan melakukan hal yang berguna, dan sebagian lain melalaikannya. Dia juga yang telah memberikan hidayah dan menjadikan hati manusia penuh dengan iman atas izinNya.

Begitu banyak amal ibadah yang dapat kita lakukan sebagai wujud dan realisasi keimanan kita terhadap ajaran Islam yang lurus, dan sebagai tanda berserah diri kita terhadap Allah SWT. Salah satu ibadah fardhu yang penting dan akan kita tunaikan dalam waktu dekat adalah ibadah shaum Ramadhan.

Allah Yang Maha Pemurah telah mewajibkan puasa (shaum) Ramadhan bagi yang seluruh mukminin, dan ibadah ini mendapatkan nilai khusus dari Allah SWT. Dalam beberapa hadits Qudsi diriwayatkan betapa khususnya ibadah puasa hingga amalan ini hanya untuk Allah dan Dia-lah yang akan membalasnya. Rasulullah saw bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ‘Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.’.” (HR. Muslim no. 1151)

Dalam hadits lain,

قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى

Allah Ta’ala berfirman, “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku“.” (HR. Bukhari no. 1904)

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلُّ الْعَمَلِ كَفَّارَةٌ إِلاَّ الصَّوْمَ وَالصَّوْمُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ

Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Setiap amalan adalah sebagai kafaroh/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya”.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Ibadah shaum Ramadhan melatih kesabaran seorang mukmin dalam mengendalikan nafsu dan emosi. Selama menjalankan ibadah ini, seorang mukmin yang dalam kondisi lapar dan dahaga, juga harus menahan diri dari hal-hal yang mengurangi nilai ibadah puasa. Sehingga dituntut suatu kesabaran penuh dari orang-orang yang berpuasa dalam menjalankan ibadah ini. Dan kesabaran dalam berpuasa menjadi ibadah ini memiliki nilai ganjaran yang tak terhingga. Allah SWT berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az Zumar: 10)

Dalam hadits yang diriwayatkan Muslim di atas, dapat juga dilihat bagaimana Allah SWT mengkhususkan nilai dari ibadah puasa seorang mukmin, sehingga bau mulut seseorang yang sedang berpuasa di sisi Allah, lebih harum dari aroma kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa diberikan dua kebahagian oleh Allah SWT.

“…Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya… ” (HR. Muslim no. 1151)

Oleh karena itu, seharusnya bagi seorang mukmin menyambut puasa Ramadhan dengan hati ikhlas dan bergembira. Sebab, ibadah-ibadah lain yang kita lakukan pada bulan suci Ramadhan mendapatkan ganjaran yang berlipat ganda daripada di bulan lain. Dan Allah SWT telah mengharamkan api neraka atas mereka yang bergembira dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Rasulullah saw bersabda,

Barangsiapa yang bergembira dengan datangnya bulan ramadhan (puasa), diharamkan oleh Allah jasadnya menyentuh api neraka.” (HR. an-Nasa’i)

Kalaulah seandainya umatku tahu keutamaan bulan ramadhan (puasa), tentu mereka akan meminta supaya satu tahun, semuanya dijadikan Ramadhan (puasa) .… ” (HR. Ibnu Majah)

Wallahu ‘alam bish showab

Sumber: Disadur dari beberapa sumber

2 responses to “Marhaban Yaa Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s