Tag Archives: Cerita-ku

Saatku memantapkan keyakinanku…(2)

Memang benar, bahwa keyakinan seorang insan berawal dari orang tuanya, karena saat ia lahir ke dunia, orang tuanya lah yang menjadi orang pertama yang dikenalnya. Tapi yang menjadi pertanyaan, Apakah hal tersebut akan seperti itu seumur hidupnya? Sedangkan Allah memberikannya karunia berupa akal, pikiran dan perasaan?

Jika ditanyakan kepada saya, maka jawaban saya adalah tidak. Saya berpikir bahwa jika kita meyakini sesuatu kita harus benar-benar tahu bahwa hal tersebut benar hakikatnya, bukan karena berdasarkan cerita-cerita semata. Walaupun tidak semuanya dapat dibuktikan dengan akal (Karena kemampuan manusia juga ada batasnya), bukan berarti kita harus berhenti berpikir untuk mencari bukti kebenaran sesuatu.

Berdasarkan pengetahuan saya saat itu, saya meyakini bahwa agama yang berasal dari Tuhan, dan bukan merupakan bagian dari kebudayaan manusia, ada 3 yakni, Yahudi, Nashrani, dan Islam. Saya mendapatkan pemahaman tersebut dari guru agama saya di SMK sewaktu saya duduk di kelas 2. Namun, pada saat saya mengikuti sebuah majlis ta’lim, saya sempat menanyakan suatu hal pada ustadz yang menjadi pemateri waktu itu, “Apakah Nabi-Nabi Allah sebelum Muhammad SAW tidak beragama Islam (bukan seorang Muslim)?”.

Penjelasan yang cukup memuaskan saya dapatkan saat itu. Ustadz tersebut menjawab pertanyaan saya dengan pernyataan singkat yang diperkuat dengan dalil Qur’an. Dia berkata,
“Sesungguhnya agama (ad-din) di sisi Allah adalah Islam. Arti Islam adalah berserah diri hanya kepada Allah, dan Nabi-nabi Allah adalah orang-orang yang berserah diri hanya kepada Allah. Dalam QS Al Baqarah : 135-136, Allah berfirman, ‘Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut YAHUDI dan NSRANI, niscaya KAMU MENDAPAT PETUNJUK”. Katakanlah: “TIDAK, melainkan (kami, umat Islam) mengikuti AGAMA IBRAHIM yang LURUS. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari GOLONGAN MUSYRIK. ‘. Jadi Dari dulu hingga sekarang Allah hanya meridhoi Islam sebagai jalan bagi hamba-hamba-Nya.”

Dan kesimpulan kecil yang dapat saya ambil dari pernyataan ustadz tersebut adalah bahwa Islam dari dahulu sudah ada dan bahwa Nabi-Nabi Allah yang terdahulu sebelum Muhammad saw juga merupakan seorang Muslim. Dan seperti Nabi Isa as, Rasulullah saw juga merupakan utusan Allah untuk menyempurnakan dan menggenapkan kitab-kitab sebelumnya.

Saatku memantapkan keyakinan ku…(1)

“Seorang bayi pada saat dilahirkan seperti kertas putih, maka orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani, atau Majusi”

Kurang lebih begitulah hadits Rasulullah saw, yang telah membuat saya mengerti arti penting dari peran orang tua terhadap cara berpikir anak-anaknya. Tapi bukankah Allah swt telah memberikan kepada kita akal pikiran sebagai salah satu nikmat-Nya, agar kita selalu senantiasa berpikir? Bahwa Allah swt menganugerahkan kita hati sehingga kita tahu mana yang pantas atau tidak?

Bagi saya, adalah suatu kebenaran jika pada awalnya seorang keturunan Nabi Adam as lahir ke dunia, maka kedua orang tuanya lah yang memberikan pengertian pertama kepadanya. Dan orang tuanya lah yang nantinya memberikan bimbingan hingga dia beranjak dewasa. Namun seorang yang hingga dia dewasa dia tetap menganggap bahwa jika dia meyakini sesuatu karena hal tersebut, berarti dia tidak benar-benar meyakini hal itu.

Saat saya masih duduk di bangku SMK, seorang guru saya menanyakan kepada beberapa siswa, apakah mereka menganut keyakinannya dikarenakan orang tuanya. Saya bingung dengan jawaban yang sepatutnya saya berikan jika saya ditanyakan saat itu. Apakah saya beragama Islam karena orang tua saya? Bukan karena saya yakin bahwa Islam adalah agama yang haq?

Semenjak itu, saya terus berusaha membuktikan apakah saya layak untuk dikatakan Muslim yang Iman karena Mengetahui dan Memahami. Dan perjalanan pemantapan keyakinan saya mulai…