Tag Archives: Hukum

Ternyata Khinzir(Babi) Sumber Penyakit…

Bismillahi arrahman arrahim…

Maha Suci Allah yang telah membuat ketentuan-ketentuan kehidupan bagi seluruh ciptaanNya baik di yang ada di langit maupun yang ada di bumi. Manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi juga telah memiliki ketentuan yang berasal dari Allah swt. Sungguh, ketentuan-ketentuan Allah adalah yang terbaik bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Di dalam Al Qur’an, Allah swt dengan tegas mengharamkan Khinzir (Babi) untuk dikonsumsi oleh umat manusia. Hal ini pastinya sudah sangat diperhitungkan oleh Allah swt. Dan manusia memiliki akal yang dapat digunakan untuk berpikir.

Sepanjang sejarah dunia, virus H1N1 adalah virus flu paling ganas yang sudah memakan korban puluhan juta orang, pada wabah Spanish flu. Virus ini kemudian berevolusi menjadi virus H2N2 sebagai penyebab wabah Flu Asia. Dan berevolusi lagi menjadi virus H3N2 yang menyebabkan wabah Flu Hongkong. Virus Flu Burung ini dapat menyebar pada manusia karena telah mengalami evolusi. Baca lebih lanjut

Iklan

Haramkah Babi menurut Bibel…?

Allah Yang Maha Pencipta, telah menciptakan hewan-hewan dengan berbagai macam jenis, dan ini merupakan rahmat dan karunia-Nya kepada umat manusia. Tapi Allah swt telah memberikan batasan mengenai hewan mana yang boleh ataupun yang tidak boleh dimakan, tentunya untuk kaum-kaum yang berpikir. Jika ada yang menanyakan mengapa umat Islam tidak memakan Babi. Hal ini dapat dengan mudah dijawab dengan diawali satu pertanyaan, mengapa manusia tidak memakan cicak, kecebong, lintah ataupun belatung? Maka jawabannya bahwa tidak semua yang diciptakan oleh Allah adalah untuk dikonsumsi oleh manusia Baca lebih lanjut

Apa Kata Bibel Tentang Khinzir (Babi)?

Allah telah menciptakan segala jenis hewan dan tumbuhan di dunia ini sebagai rahmat dan karunia-Nya kepada umat manusia. Namun demikian, tidak semua jenis hewan ataupun tumbuhan dapat dikonsumsi oleh manusia. Seperti tumbuhan beracun, tidak mungkin manusia dapat mengkonsumsinya, karena akibat buruk yang ditimbulkannya akan lebih besar.

Sama halnya dengan hewan, manusia tidak mungkin mengkonsumsi segala jenis hewan yang diciptakan oleh Allah swt. Dengan berbagai alasan, manusia tidak mau mengkonsumsi kecoa, belatung, nyamuk, cecak, dan sebagainya. Untuk itu juga, Umat Islam tidak mau memakan babi, seperti firman Allah, Secara tegas, umat Islam haram makan babi karena Tuhan telah mengharamkannya dalam Al-Qur`an :”Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah,…” (Qs. Al-Ma`idah 3; An-Nahl 115; Al-Baqarah 173; Al-An’am 145).

Dalam sudut pandang Bibel (Al Kitab), haramnya babi dinyatakan jauh lebih ekstrim. Babi tidak hanya haram dimakan, tapi juga haram disentuh. Segala yang menyentuh daging babi menjadi najis (Imamat 11:26-27). Tuhan berfirman kepada Musa dan Harun :”Dan lagi babi, karena sungguhpun kukunya terbelah dua, yaitu bersiratan kukunya, tetapi ia tiada memamah biak, maka haram lah ia kepadamu. Baca lebih lanjut