Tag Archives: ‘Ilmi

Proses Penciptaan Manusia – Qur’an dan Sains… (2)

bismillah3

janin1Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah (alaqah), lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang (idham) lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS. Al Mu’minun : 12-14)

Segala Puji bagi Allah yang telah mengutus Rasulullah saw sebagai suri tauladan akhlak yang baik dan rahmatan lil ‘alamin. Dia telah mengutus Rasulullah saw untuk menyampaikan pesan kepada seluruh ummat, mengajarkan kepada manusia tentang kalam Allah swt. Allah swt, yang Maha Mengetahui segala sesuatu, mengajarkan kepada manusia melalui Al Qur’an apa-apa yang mereka tidak ketahui. Dan sungguh beruntung bagi orang-orang yang mau berpikir. Dan Allah selalu menegaskan hal tersebut di dalam Al Qur’an.

Al Qur’an bukan merupakan kitab sains ataupun ilmu pengetahuan, namun ia merupakan tanda-tanda kebesaran Allah yang Maha Mengetahui segala ilmu. Salah satu bukti nyata adalah seperti yang termaktub dalam surah Al Mu’minun ayat 12-14 di atas. Allah swt memaparkan bagaimana fase penciptaan manusia. Dia telah memaparkan jauh sebelum manusia memiliki pengetahuan tentangnya, di mana manusia saat itu masih memiliki sedikit ilmu. Sehingga sekali lagi, sungguh beruntung bagi mereka yang berpikir.

Para pakar ilmuwan berpendapat bahwa manusia berasal dari sel tunggal dalam rahim sang ibu, yang berukuran lebih kecil daripada sebutir garam. Kemudian sel ini membelah menjadi 2, kemudian menjadi 4, membelah lagi menjadi 8, 16 dan begitu seterusnya. Kemudian pertama kali segumpal daging muncul, kemudian segumpal daging itu menjadi suatu bentuk tertentu, dan untuk selanjutnya membentuk lengan, kaki, dan mata. Sel tersebut telah tumbuh 1 milyar kali lebih besar dan 6 milyar kali lebih berat dari sel awal.

Di dalam bukunya, “Perkembangan Manusia”, Profesor Amaratus Keith Moore menyatakan tentang Abad Pertengahan bahwa, “Perkembangan ilmu pengetahuan berjalan secara lambat dari zaman pertengahan dan ada sedikit perkembangan penyelidikan dalam hal embriologi yang diusahakan selama abad ini sebagaimana yang telah kita ketahui. Hal ini dijelaskan di dalam al-Quran, kitab suci umat Muslim, manusia diciptakan dari sebuah campuran pengeluaran dari laki-laki dan perempuan. Beberapa referensi yang lain menyebutkan bahwa penciptaan manusia itu dari setetes mani (sperma) dan juga diharapkan bahwa hasil dari organisme itu terbentuk dalam janin perempuan seperti sebuah biji enam hari setelah permulaan (blastosit manusia mulai tertanam sekitar enam hari setelah pembuahan).” Baca lebih lanjut

Iklan