Tag Archives: Nikah

Janganlah dekati Zina…

Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang)” (QS Al Israa : 32)

Zina berdasarkan ilmu syara’ adalah perbuatan dimana seorang laki-laki dan perempuan yang dengan jelas tidak terikat oleh suatu pernikahan yang sah (menurut syariat Islam), melakukan hubungan kelamin, sedemikian sehingga hasyafah (kepala kemaluan) si laki-laki masuk ke dalam farji si wanita, tidak peduli apakah terjadi orgasme ataukah tidak. Dalam hal ini, pelaku-pelaku harus berada dalam kondisi terikat taklif. Mereka yang terbebas dari taklif adalah:

  1. Yang tidak berakal: belum baligh, gila, tidur.
  2. Yang dipaksa (mukrah).
  3. Yang terpaksa (mudhtarir).

Dalam QS Al Israa : 32 di atas, para ulama menjelaskan bahwa firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Janganlah kamu mendekati zina”, maknanya lebih dalam dari perkataan : “Janganlah kamu berzina” yang artinya : Dan janganlah kamu mendekati sedikit pun juga dari pada zina [1]. Yakni : Janganlah kamu mendekati yang berhubungan dengan zina dan membawa kepada zina apalagi sampai berzina. Zina merupakan perbuatan dosa yang digolongkan ke dalam dosa-dosa besar. Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa zina termasuk Al-Kabaa’ir (dosa-dosa besar) berdasarkan ayat di atas.

Pengertian mendekati zina dalam Ayat Al Qur ‘an di atas merupakan segala perbuatan yang dilakukan yang mengarah kepada zina, baik itu merupakan pandangan, pendengaran, ucapan, ataupun gerak-gerik. Larangan mendekati disini bermakna sadd dzari’ah (prevensi) atau ihtiyath (kehati-hatian). Mengapa zina tidak boleh didekati? Logika yang paling mungkin adalah karena Allah tahu bahwa orang yang mendekati zina tidak akan bisa selamat dari zina – kecuali atas perlindungan dari Allah, sebagaimana kasus Yusuf as. Baca lebih lanjut

Rasul saw menikahi Aisyah saat berusia 9 tahun…?

Rasulullah saw sebagai uswatun hasanah (tauladan yang baik) bagi seluruh ummat memiliki sifat dan sikat yang sangat terpuji. Beliau memiliki kesabaran, kebijaksanaan, dan ketulusan hati yang tinggi. Beliau adalah manusia yang selalu menjaga bahasanya dari segala bentuk kedustaan. Pribadi yang lembut dan bersahaja yang dimilikinya dikagumi oleh sahabat-sahabatnya bahkan musuh-musuhnya sekalipun. Namun tetap saja ada orang yang membencinya dan hendak memberikan pandangan buruk pada diri beliau.

Mengenai pernikahan Rasulullah saw dengan Aisyah ra, ada sebagian orang yang menyatakan bahwa Rasul telah menikahi seorang gadis belia di bawah umur. Aisyah ra saat menikah dengan Rasul (menurut mereka yang sependapat) sedang berusia 9 tahun, di mana sebelumnya Rasul saw telah melamarnya pada usia 7 tahun. Hal yang sangat tidak mendasar jika mempercayai hal tersebut. Ada beberapa fakta yang dapat membantah statement bahwa Rasulullah saw telah menikahi Aisyah ra pada usia 9 tahun.

Baca lebih lanjut

Nikah Beda Agama… Halalkah???

Hai orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka: maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir dan orang-orang kafir itu tidak halal pula bagi mereka (muslimah). Dan berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Mumtahanah : 10)

Saat sekarang ini, kebebasan berkomunikasi membuat manusia dapat saling mengenal satu sama lain. Dan dengan begitu setiap insan dapat saling menyukai, baik mereka berasal dari satu aqidah ataupun mereka memiliki aqidah yang berbeda. Namun bagaimana jika mereka yang memiliki perbedaan aqidah justru ingin menikah? Baca lebih lanjut