Tag Archives: Nuzulul Qur’an

Ramadhan : Bulan Tarbiyah, Ibadah, dan Al Qur’an

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al Munafiquun : 9)

Ibadah Ramadhan sesungguhnya bukan hanya sekedar berpuasa dengan menahan lapar dan dahaga, namun juga menahan diri dari perbuatan yang tidak berguna atau bahkan yang buruk, dan meningkatkan ibadah dan amal shaleh.

Ramadhan dari segi bahasa membakar atau panas yang membakar. Hal ini sesuai dengan bulan Ramadhan dan segala amal ibadah di dalamnya. Dalam bulan Ramadhan, dengan berpuasa seorang mukmin dapat menghindarkan dirinya dari perbuatan yang akan membawanya pada siksa api neraka yang membakar. Dan seorang mukmin diharapkan dapat membakar hawa nafsunya yang buruk dan memotivasi dirinya untuk menjadi yang lebih baik.

Baca lebih lanjut

Nuzulul Qur’an

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…” [QS Al Baqarah : 185]

Al Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan Allah kepada Rasulullah saw sebagai mukjizat dan merupakan petunjuk dan jalan bagi umat manusia sekalian. Al Qur’an diturunkan dengan cara mutawatir yang artinya berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Ada beberapa pendapat mengenai kali pertama ayat Al Qur’an, di antaranya:

1. Bahwa Nuzulul Qur’an itu ada pada bulan Rabiul Awwal,

2. Bahwa Nuzulul Qur’an itu pada bulan Rajab,

3. Bahwa Nuzulul Qur’an itu pada bulan Ramadhan.

Pendapat yang pertama terbagi menjadi tiga versi berbeda. Ada yang berpendapat bahwa nuzulul qur’an pada awal rabi’ul awal, ada yang mengatakan tanggal 8 Rabiul Awwal dan ada pula yang berpendapat tanggal 18 Rabiul Awwal (yang terakhir ini diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallaahu anhu).

Kemudian yang berpendapat pada bulan Rajab terpecah menjadi dua. Ada yang mengatakan tanggal 17 dan ada yang mengatakan tanggal 27 Rajab (hal ini diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu -lihat Mukhtashar Siratir Rasul, Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdy, hal.75 -).

Baca lebih lanjut