Tag Archives: Qur’an dan Sains

Al Qur’an dan Fisika – Qur’an dan Sains… (4)

bismillah

atam_zamanin_ind

Rahasia Besi

Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur’an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti “besi”, kita diberitahu sebagai berikut:

…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia …. (QS. Al Hadiid :25)

Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa. Baca lebih lanjut

Astronomi dan Penciptaan Alam Semesta – Qur’an dan Sains… (3)

kaligrafi-bismillah2

al-quranEmpat belas abad yang silam, Allah swt menurunkan Al Qur’an kepada manusia sebagai kitab petunjuk. Dia menyerukan kepada manusia agar terbimbing dengan mematuhi kitab tersebut. Sejak saat diturunkannya hingga hari kebangkitan, kitab suci terakhir ini akan tetap menjadi satu-satunya petunjuk bagi manusia. Keindahan bahasa Qur’an yang tak tertandingin dan hikmah agung di dalamnya, merupakan bukti nyata bahwa ia adalah firman Allah swt.

Di samping itu, Al Qur’an memiliki banyak keajaiban lain yang membuktikannya sebagai wahyu dari Allah swt. Salah satu keajaiban ini adalah kenyataan bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu diungkap oleh teknologi abad ke 20 telah dinyatakan dalam Al Qur’an 1400 tahun yang lalu. Tetapi Al Qur’an bukanlah sebuah kitab ilmu pengetahuan di dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara ringkass dan mendalam yang baru dapat ditemukan oleh teknologi abad ke 20. Fakta-fakta ini belum dapat dibuktikan pada masa Al Qur’an dibuktikan. Dan ini semakin membuktikan bahwa Al Qur’an adalah firman Allah swt.

Pada abad ke-7, pada masa Al Qur’an diturunkan, Bangsa Arab memiliki berbagai kepercayaan takhayul dan tanpa didasari oleh bukti terhadap hal-hal yang berbau ilmiah. Keterbatasan teknologi saat itu menyebabkan mereka percaya kepada legenda-legenda nenek moyang. Misalnya, mereka percaya bahwa bumi ini menopang langit di atasnya. Mereka yakin bahwa bumi ini rata dan terdapat gunung-gunung tinggi pada kedua tepinya, yang mana kedua gunung ini menyangga kubah langit agar tetap berada di atas tanah. Namun demikian, segala kepercayaan takhayul Bangsa Arab dihapus oleh Al Qur’an, sebagaimana Allah berfirman,

Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang…(QS. Ar Ra’d :2)

A. Alam Semesta Telah Diciptakan

Asal mula alam semesta dijelaskan oleh Allah dalam Al Qur’an pada ayat berikut:

Dialah pencipta langit dan bumi.(QS. Al An ‘am:101)

Keterangan yang diberikan Al Qur’an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan “Big Bang”, membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.

Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur’an 1.400 tahun lalu.

Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan. Baca lebih lanjut