Tag Archives: Shaum

Kewajiban Bagi Yang Meninggalkan Puasa

…Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. QS. Al Baqarah : 184

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Dia-lah dzat Yang Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. Allah SWT telah menentukan Islam sebagai jalan yang selamat lagi menyelematkan bagi hamba-hambaNya. Tiada paksaan dalam memeluk Islam dan dalam pelaksanaannya bagi hamba-hambaNya yang beriman.

Bagi orang-orang yang beriman telah diwajibkan untuk melaksanakan ibadah shaum di bulan Ramadhan. Namun Allah Yang Maha Pemurah, telah memberikan keringanan bagi siapa saja yang memiliki uzdur atau halangan hingga tidak sanggup untuk menunaikan puasa. Rasulullah saw bersabda,

“Sesungguhnya Allah meletakkan dari seorang musafir [kewajiban] puasa dan ‘setengahnya’ shalat, dan dari ibu hamil dan ibu menyusui [kewajiban] puasa.(HR. Ahmad dari Anas bin Malik Al-Ka’by)

Adapun bagi yang meninggalkan puasa diberikan kewajiban untuk mengqadha atau membayar fidyah atau dengan keduanya.

Mengqadha di Hari Yang Lain.

Berdasarkan QS. Al Baqarah ayat 184, jumhur ulama berpendapat bahwa orang-orang yang wajib mengqadha’ shaum Ramadhan di hari lain antara lain:

1. Musafir, yaitu orang yang dalam perjalanan jauh hingga ia khawatir dengan puasanya.
2. Orang yang sakit yang tidak sanggup menjalankan ibadah puasa.
3. Ibu hamil ataupun menyusui. Jika ia menghawatirkan kesehatan dirinya bukan anaknya.

Membayar Fidyah.

Adapun orang-orang yang meninggalkan ibadah puasa hingga ia wajib membayar fidyah, antara lain:

1. Seseorang yang kondisi fisiknya memang tidak memungkinkan lagi berpuasa, seperti kakek-nenek yang sudah tua renta.
2. Orang sakit yang tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya.

Mengqadha’ dan Membayar Fidyah

Sedangkan ada golongan orang-orang yang meninggalkan puasa dan bagi mereka dikenakan kewajiban mengqadha dan membayar fidyah, yaitu:

1. Perempuan yang hamil dan menyusui apabila menghawatirkan kesehatan anaknya.
2. Orang yang terlambat mengqadha’ puasa sampai datang bulan Ramadhan berikutnya dengan tanpa udzur (haid, nifas, sakit, gila, bepergian yang berkepanjangan, dll.).

Wallahu ‘alam bish showab

Ramadhan : Bulan Tarbiyah, Ibadah, dan Al Qur’an

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al Munafiquun : 9)

Ibadah Ramadhan sesungguhnya bukan hanya sekedar berpuasa dengan menahan lapar dan dahaga, namun juga menahan diri dari perbuatan yang tidak berguna atau bahkan yang buruk, dan meningkatkan ibadah dan amal shaleh.

Ramadhan dari segi bahasa membakar atau panas yang membakar. Hal ini sesuai dengan bulan Ramadhan dan segala amal ibadah di dalamnya. Dalam bulan Ramadhan, dengan berpuasa seorang mukmin dapat menghindarkan dirinya dari perbuatan yang akan membawanya pada siksa api neraka yang membakar. Dan seorang mukmin diharapkan dapat membakar hawa nafsunya yang buruk dan memotivasi dirinya untuk menjadi yang lebih baik.

Baca lebih lanjut

Enam Hari Syawal Genapkan Puasa Setahun…

kaligrafi bismillah

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maa’idah : 35)

Segala puji bagi Allah yang telah mengutus para rasul-rasulNya dengan petunjuk dan jalan yang benar. Dia lah Allah, Tuhan yang memiliki Langit dan Bumi, dan apa-apa yang ada di antaranya. Dia lah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, bagi tiap-tiap makhluk-Nya, dan bagi hamba-hambaNya yang ingin mendekatkan diri kepadaNya.

Allah swt telah mewajibkan puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Tiap amal ibadah orang-orang yang berpuasa, dilipatgandakan ganjarannya di bulan ini. Dan di hari kemenangan, dikumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid, hingga mendirikan shalat sunnah 2 rakaat. Dan dari itu semua tanda kemenangan kita selama menunaikan ibadah di bulan Ramadhan adalah bahwa kita dapat membawa kebiasaan beribadah di bulan suci ini hingga bulan-bulan berikutnya. Baca lebih lanjut