Tag Archives: Sunnah

Enam Hari Syawal Genapkan Puasa Setahun…

kaligrafi bismillah

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maa’idah : 35)

Segala puji bagi Allah yang telah mengutus para rasul-rasulNya dengan petunjuk dan jalan yang benar. Dia lah Allah, Tuhan yang memiliki Langit dan Bumi, dan apa-apa yang ada di antaranya. Dia lah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, bagi tiap-tiap makhluk-Nya, dan bagi hamba-hambaNya yang ingin mendekatkan diri kepadaNya.

Allah swt telah mewajibkan puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Tiap amal ibadah orang-orang yang berpuasa, dilipatgandakan ganjarannya di bulan ini. Dan di hari kemenangan, dikumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid, hingga mendirikan shalat sunnah 2 rakaat. Dan dari itu semua tanda kemenangan kita selama menunaikan ibadah di bulan Ramadhan adalah bahwa kita dapat membawa kebiasaan beribadah di bulan suci ini hingga bulan-bulan berikutnya. Baca lebih lanjut

Iklan

Shaum Yang Sunnah, Makruh dan Yang Diharamkan

bismillah
Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas umat-umat yang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang yang bertakwa.(QS Al Baqarah: 183)

Shaum atau puasa merupakan suatu Ibadah yang sangat menuntut adanya pengendalian diri kita terhadap hawa nafsu baik dari lapar dahaga, syahwat, maupun pengendalian panca indera kita dari perbuatan-perbuatan dosa. Puasa dapat menjadikan seorang manusia yang memiliki perangai yang hasan, dan puasa juga dapat menjadi sinar hati dan mendidik manusia menuju ke arah ketaqwaan kepada Allah swt. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Allah swt dalam Al Qur’an surah Al Baqarah ayat 183 di atas.

Dari sisi ganjaran puasa, bahwa tidak ada satu amal ibadat pun yang tidak ditentukan dan dibataskan ganjaran pahalanya selain dari ibadah puasa. Sesungguhnya ganjaran pahala orang yang melakukan ibadah puasa tidak ditetapkan dengan suatu jumlah dan tidak pula dihadkan dengan suatu had tertentu. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

Baca lebih lanjut

Khitan: Bagi Laki-laki dan Perempuan

bismillah
Kemudian kami wahyukan kepadamu untuk mengikuti millah Ibrahim yang lurus(An-Nahl: 123).

Khitan menurut bahasa berasal dari akar kata arab khatana, yakhtanu, khatnan yang berarti “memotong”. Berdasarkan ilmu syar’i, pengertian khitan berbeda untuk laki-laki dan perempuan. Khitan bagi laki-laki adalah memotong kulit yang menutupi hasyafah (kepala kemaluan), sehingga menjadi terbuka. Sedangkan khitan bagi perempuan adalah membuang bagian dalam faraj yaitu kelentit atau gumpalan jaringan kecil yang terdapat pada ujung lubang vulva bagian atas kemaluan perempuan. Khitan bagi laki-laki dinamakan juga I’zar dan bagi perempuan disebut khafd. Namun keduanya lazim disebut khitan.

Hukum dasar khitan menurut beberapa mazhab berbeda-beda. Menurut beberapa fuqaha mengenai hukum dasar khitan adalah sebagai berikut:

Mazhab Syafi’i. Menurut mazhab Syafi’i, khitan bagi laki-laki dan perempuan hukumnya wajib. Hal ini didasarkan pada Al Qur’an, surah An Nahl : 123. Dalam ayat tersebut yang dimaksud dengan millah Nabi Ibrahim as, salah satunya adalah berkhitan.

Dan berdasarkan hadits Rasulullah saw yakni, dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah bersabda, Baca lebih lanjut